Friday, November 30, 2007

inilah hidup

skenario dari Alloh memang sangat luar biasa, mungkin ini yang musti kita lihat kembali dalam kehidupan kita. rasa syukur atas nikmat dan kesabaran atas musibah merupakan rangkaian kehidupan yang tidak akan pernah berhenti.

"tawa tangis kita tidaklah istimewa, karena setiap orang mengalamminya."
itu bait dari WS Rendra. cantik bukan. hanya bagaimana kita bisa memoleskan hidup ini menjadi lebih berbobot.

maka rasakan panas dari sengatan matahari, menciut karena es dikutub, sebrangi tanah asing, pelajari bahasa mereka.
melompatlah setinggi cita-cita, berbahagialah karena kesyukjuran, terjang terus ombak di hadapan. itulah hidup, karena hidup harus terus dirasakan. siapa yang tidak ingin menikmati hidup dengan segudang cita-cita.

karena hidup dengan iman dan takwa itulah hidup. hidup dengan cita-cita dan ditemani tawakkal, itulah hidup. hidup dengan memakan asam gara, dibumbui kesyukuran dan sabar itulah hidup. teman, optmislah dengan segala cita-cita, apa yang sudah kita lakukan untuk diri kita sendiri, untuk keluarga tercinta, untuk hajat orang banyak

jangan egois, hidup bukan untuk perut sendiri, hidup tidak hanya untuk nikmat sendiri. ajaklah orang-orang untuk menikmati apa yang kamu nikamti, ajak orang mempelajari apa yng sedang kau pelajari.

itulah hidup teman. dengan terus menyapa banyak saudara, dalam ikatan cinta kepada Alloh yang Maha Tinggi. itulah ikatan yang hakiki.

itulah hidup. mari kita bersama berjuang untuk hidup, hidup yang sekarang dah sesudah sekarang.

Thursday, November 29, 2007

Kepada Seorang Ayah yang berbahagia,

Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu

Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.

Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu



dikutip dari http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Puisi/Default.htm

Wednesday, November 28, 2007

masa

cinta
andaikan bisa ku genggam sepanjang waktu
dilema masa akan semakin lamban mengiringi detik jam berdentum
biarlah hanya sekedar menyapa
tapi lama nian selalu bersemi

izinkan aku melukiskan langit sore ini
meski hanya ku tatap,
namun lelah ku meratap

aku ingin lihat jingga kemuning di sisi barat
cakralawanya sejuk dipandang
nian cantik di pelupuk mata

aku lelah
disekujur badan bak bantingan lulang-lulang kehancuran
tak jua sembuh di makan waktu

oh luka yang menganga
sudah kesekian kali ku mengeluhkanmu
tak juga pergi di ratap sendu

ingin ku hancurkan segala makna
yg tak kuasa merembes pada hati yang karam
tak beraturan

ah, ku ingin kau selalu
biarku senyum membatu
biar pedih
orang lihat senang selalu

cukupkan diri dengan diam

hari ini sungguh melelahkan. tu kan, kambuh lagi melankolisnya. subhanalloh, Alloh memang Maha berkehendak. sekian banyak referensi kegiatan hari ini melebur begitu saja. tahukah kenapa, hanya karena masalah-masalah kecil lagi.

ehem, mari kita berpetuah. saya tidak tahu apakah seperti ini kenyataan pada umumnya. biarlah...

referensi kegiatan yang akan dilaksanakan hari ini sungguh luar biasa. sebagai manusia biasa, tentu kita harus memberi penghargaan kepada rencana2 qt.
setuju???

masih menjadi sebuah pertanyaan, daftar kesuksesan-kesuksesan tiba-tiba terhapus ketika kita menemui satu kegagalan. ironisnya, tentu. kita belum bisa menyeimbangkan antara kadua timbangan itu. sehingga nilai kesyukuran kita dipertanyakan. inilah contohnya.

inilah kuncinya. kita belum bisa memberikan timbangan yang adil antara kesuksesan dan kegagalan. mengapa kita masih memberatkan kegagalan?

posisinya benar dengan sederet alasan, bahwa kegagalan merencankaan hidup adalah definisi kegagalan keseluruhan. dan ini berbahaya. mungkin memang pada hari yang bersangkutan segelanya menjadi menegangkan ketika telah ditemui kegagalannya.

Tuesday, November 27, 2007

smile please....

siapa yang sudah tahu kalo kita sedang kelelahan. sangat sangat... kelelahan. ekspresinya biasa sih.. capek deh...

Masya Alloh, Ia telah mengajarkan banyak hal ketika kita manusia mengalami degradasi yang amat sangat. lihat saja, ketika kita dalam keadaan futur yang sangat, dengan usaha sungguh-sungguh kita akan menemui kembali masa-masa yang luar biasa.

maka bersemagatlah selalu..

akan dibedakan, kaata SEMANGAT dan SEMANGAT...
Coba perhatikan diri kita dimana masalah telah berhimpit satu dengan yang lain, kita akan mulai dengan menghela nafas.... yup, menghela nafas... kita akan coba satu persatu dengan mulai dari ruwetan benang yang paling sederhana. dalam hati kita terhembus kata .. "semangat... semangat.... ". hitung saja berapakata semangat yang mengiringin kita setiap harinya. disetiap langkah ketika menjalani hari-hari... luar biasa.

namun hati-hati. ini lah bahayanya ketika semangat itu sendiri tidak diiringi degan tawakkal kepada Alloh. ia akan lelah ketika menemui kata semangat ke-10 mungkin, atau ke-15. pupulah harapan kita dapat menyelesaikan rajutan paling besar. kita sudah kehabisan tenaga untuk melanjutkannya.

maka dari itu, janganlah lupa bertawakal atas segala pekerjaan yang kita miliki.


siapakah yang dapat menghargai karya kita selain dari kita sendiri, akan tetapi kebanhhaaan kepada diri sendiri akan membawa kebinasaan. maka, hati-hatilah...

mencitai apa yang kita miliki adalah hak kita, akan tetapi jangan sampai kecintaan itu hingga menduakan kewajiban kita kepada Alloh swt. oleh karena itu, cintailah segala sesuatunya karena Alloh semata.

hidup itu luar biasa.... luar biasa... coba jelajahi setapak demi setapak apa yang Alloh ciptakan untuk kita.

teman, inilah hidup. Masya Alloh. kita telah mengalami banyak senyum dan syukur, kita telah menapaki jalan-jalan yang liku, kita sudah merasakan pedihnya jiwa. sungguh, semua datang dari Alloh yang memiliki kita.

semangatlah....
ambil sedikit saja dari apa yang bisa kau pandang dari langit sore ini, indahnya...
tersenyumlah....
lihat lagi langit ketika matahari hendak hadir, cantiknya...

tidak ada alasan lagi untuk terus terkungkung dalam bola gelap ruanganmu
Alloh Maha Kaya
istiqomahlah...

wassalm...

Tuesday, November 20, 2007

hi my blog...

huff.... hari ini menghela nafas panjang2.. tapi cara ini yang bisa ku tempuh. dari semenanjung gerbang mipa utara sebelah selatan, memasuki kampus mipa tercinta hanya terengah bahwa hari ini harus menyelesaikan tugas dengan baik

hari ini aku bertemu dengan kawan yang biasanya membuatku bangga dengan kehadiran dia. tapi tidak dengan hari ini. kata-katanya seakan meruntuhkan apa yang sudah ku kerjakan hari ini.

sama sekali bukan polemik, ini hari yang biasanya saja

sebenarnya ini bukan yang sebenarnya terjadi. hanya saja degub jantung tidak seperti biasanya. ah.. mungkin hanya mendramatisir. tapi ini sungguh terjadi.

entah apa kepalaku yang masih sakit karena "kejedut" pintu kol kaliurang. aku hanya bisa memegangi kepalaku yang sakit yang seperti jadi benjol sekepal tangan. pikiranku g fokus. entah berapa bendahara yang mengeluh ini itu tentang tutup buku tahun ini, ditambah minta solusi dan cepat cair duitnya.

kembali ke masalah, tapi benar, buka itu masalahnya.
jantung berdegub aneh. seperti ada aliran sungai kecil ditantara rongganya. yang kadang-kadang lembut, tapi sering derasnya. hingga rasanya jadi buat wajahku meringis terus. bukan lemah jantung, bukan itu.

aku tidak berani jujur mengatakan hal ini pada siapapun. pada siapapun. tapi Alloh maha melihat. dan malam ini, ku jamin aku tak kan bisa melelapkan begitu saja mata ini. friends.. ini serius. aku seperti terjaring akut gejala-gejala mematikan. aku takut ini akan terus terjadi.

biarlah, biar semua terputuskan oleh apa yang sudah tertulis. tapi saat ini arus sungai itu terus mengalir, lembut sir sir di dada. dan entah kapan akan normal kembali
jogja, 20 november 2007
16.48 pm