Tuesday, June 19, 2007

kape.... piye piye....

hm... tumben neh aku pagi2 dah di SIC. pagi ni pusing banget. eh, g pusing kok. pasalnya rencana untuk KP di BEJ harus ku batalin karena waktu. aku hanya punya waktu izin 1 bulan. tapi ternyata minimal bisa KP disana selama 2 bulan. huff... capek deh... mana lagi aku dah janjian dengan temenku dari malaysia. duh duh...

wah., mungkin ini penyakit lama yang kini berkembang lagi. pasalnya ini nanti aku bilang apa dengan temen2 ku yang harus ku temui dijakarta. ya Alloh,.. aku itu kangan banget sama mereka.

hm.. yah, rezeinya dapet dimana ya. posisinya seperti ini. mumpung sekarang masih kuliah. aku masih pengen dong mau kemana aja. termasuk ke jakarta. banyak hal yang akan aku kerjakan disini.k, mungkin jogja akan menuntut lebih dari pada di sana. akan tetapi aku masih punya bnyak waktu untuk punya karya di jogja.

aku berharap segera ada kepastian dari LSI. atau mas febri akan kasih aku kepastian untuk magang 1 bulan aja di BEJ. huff..

yah, mungkin dengna mengajukan proposal ke LSI aku masih punya kesempatan untuk pergi ke Jakarta. ya ampun, ni aku harus fgimana coba. demen banget pengan kesana. pasalnya ya memang banyak hal yang ingin aku tahu tentang jakarta.

semoga sama Alloh di permudah untuk masih LSI. hm.. ini sepertinya lebih bagus timbang BEJ> namun ni aku butuh kepastan segera untuk memutuskan KP dimana. misal g KP di LSI mau dimana ya...

duh duh. .jadi meragukan apa yang selama ini menjadi motivasiku selama KP. nyatanya memang pengennya maen ke jakarta. gmn dong? haha...

ya udah lah. tapi memang g boleh berhenti samapai disini. aku harus terus berjuang. harus optimis dong. the fighter girls. hehe...

semangat semangat.. ilmu ada dimana-mana untuk belajar. OK!

akhirnya aku mengisi blogku tidak dengan puisi lagi. hihi...

Monday, June 11, 2007

sinaran yang hilang

tidak ada lampu yang diciptakan jika tidak untuk menyala
ukuran terang lampu menyajikan pilihan bagi penggunanya

setidaknya memang hidup adalah pilihan
mengenal diri sendiri dan bangkit dari katerpurukan

ada hal yang kadang kita tidak mengerti
disisi dunia maya
sendiri dan bisu

jika pijakan kaki di bumi
membawa seribu asa bagi para pendo'a
sedangkan mata tak lagi memandang
bahwa seribu orang telah menghakimi dengan suka cita

wahai pemuda yang berserakan
apakah tidak kau pandang negeri tercinta
jika orang tua ditanahku telah tiada
maka lemaslah aku melihatmu tak becus mendidik anak kami

wahai pemuda yang terlelap tidur
setidaknya ada mimpi indah yang sedang kau bangun
namun nyala lampu telah dimatikan
dan tidak ada lagi matamu melihat

sedang bumi terus berputar
matahari tak lelah berpijar
sedang mati sudah pemuda negeriku
dalam peluh tangis yang tersedu-sedu

tak ada lagi lampu berpijar
adakah yang mau melihat di kolong jembatan?
adakah yang mau mendengar jerit bayi kelaparan
atau siapalah yang mau menyentuh luka koreng dari si tua renta

ah... negeriku masih ramai
melambai-lambai dengan damai

ah... biar pergi penjajah jalang
tak mengerti hati yang sudah karang

wahai diri yang iri
siang tak kan pernah berganti malam
detik berjalan terus...
terus dan terus....
sedang usiaku dan usiamu akan lanjut
dan mati diliang yang sama

siapakah yang mau mengobati?
sedang sakit akan datang berkali-kali

ah... lebih baik ku susuri lorong itu
biar gelap dan berdebu
dan mimpiku
kutemukan diriku ditaman sana
sedang belajar membaca alam
sendiri
sendiri di gelap malam
cukup dengan bulan
yang cukup aku sukai
dan cukup aku senangi

Wednesday, June 6, 2007

hati sadah

buat teman yang hilang:

kembalilah sebelum masanya aku beerdiri lagi

hambar rasanya pertemuan itu
biar sendiri saja aku sore ini
menepati janji klo aku akan memandang mega langit

sudah cukup jemu bertemu
bukan lagu lama yang menjadi apologiku
sedang waktu tak lagi berpihak
buktinya, ini sudah cukup lama untuk tidak di gubris kembali

lipatan harianku ini cukup mahal untuk di buka kembali
sedang halaman yang kemaren telah kau robek dan kini menghilang

sudah cukup mengajariku untuk meredamkan otak
karena umur akan segera tua
banyak masalah yang di luar logika
penerimaan yang sungguh mahal harganya

hidup itu memilih untuk hidup
bukan mematikan diri lantas berbaring
bukan waktunya main-main

skenario yang dibuat tidaklah amantir
jangan berpikir begitu polos
karena dunia diciptakan tidak dengan kebetulan

lantas, biar saja kau akan katakan aku apa
karena belajar tidak peduli begitu singkat
jangan diamalkan

karena hatimu kini sedang tidak tengadah
tak ada rasa
tidak tergerak

sekarang biarkan secepat kilat aku pergi
sudah muak dengan segala ceramah
tak ada lagi ramah
karena hatimu begitu sadah

karena hidup itu belajar menghargai

apa sih sulitnya bagi kita untuk memberikan maaf kepada orang lain yang pernah berbuat salah. menyulut api dalam hal yang seperti ini akan sulit untuk diredakan kembali. apakah ini hadiah yang kita bisa berikan kepada saudara seiman? padahal kisah sahabat sangat luar biasa. Umar yang keras tidak akan mudah marah pada Abu Bakar yang lemah lembut.

manusia itu bukan malaikat. jangan siksa orang dengan memaksa untuk berdiri satu kaki dalam waktu yang begitu lama maka ia akan melepaskan apa yang telah mengikatnya selama ini. atau dia akan mengambil keputusan yang akan membunuh seribu karakter orang-orang disekitarnya. teman sekelas, di organisasi, kos-kosan. karena yang namanya manusia akan sulit untuk segera beradaptasi dengan beberapa dunia dalam waktu yang bersamaan.

tidak habis pikir. pola pikir orang janganlah dipaksakan. imbasnya akan terjadi miss undertanding.

memang apa sih yang istimewa bagi seseorang yang pernah di zolimi ketika yang menzolimi sudah berusaha meminta maaf dengan tulus. karena g mau mengerti. jangan sok deh. manusia itu akhirnya masuk liang lahat semua kok. kecuali bagi mereka yang mau liat hari kiamat.

inilah reaksi dari seorang teman yang tidak mengingikan hati baiknya rekannya kembali. yang begitu ia sayangi. tatapan mata keduanya tiada lagi arti. semua bullshit yang pernah diceramahkan. apa dengan begitu ia merasa menang? karena itulah kemenangan orang-orang yang tidak pernah memberika pernghargaan pada orang lain.

berapa sih ia butuh ayat alquran untuk dibacakan. atau hadist-hadist Rosululloh tentang persaudaraan. berapa cerita yang harus dikirimkan untuk menyampaikan beribu hikmah. karena tidak mengerti, terlalu dungu untuk memahami mungkin.

tapi tidak juga, orangnya pinter. tapi tak terlalu yakin jika ia cerdas memaknai hidup. karena yang ia tahu apa yang ia inginkan haruslah ia dapatkan.

penghujatan pada seorang teman yang tidak tahu diri itu tidak maasalah. karena penyadaran yang dilakukan sebanyak 2 kali yang telah tidak dihiraukan menjawab permintaan maafnya.

sebenarnya cukup berkabung dengan hal ini. sekian lama merajut ukhuwah, tapi diakhiri dengan tragis dan ironis.

hidup kita tidak akan diridhoi kalau kita tisak meridhoi saudara-saudara kita. apa sih hidup itu? penghargaan bagi mereka yang membutuhkan dorongan, menciptakan bahwa waktu itu tidak berjalan monoton, dan bisa menjadi orang yang bisa mengambil keputusan.

bagi yang belum bisa menghargai orang lain, maka lanjutkan saja semua cerita yang telah dimulai jika masih ingin belajar menghargai. namun, bagi yang telah menutup mata dan telinga, maka cerita anda akan ditutup oleh orang lain. dan rasakan betapa permainan yang telah diciptakan untuk kita tidaklah luput dari pengawasan yang menciptakan.

hanya itu. jangan tanya berapa harga penghormatan yang harus kita berikan pada orang lain. namun, kita tiada berharga ketika menutup semua pintu yang berusaha dibuka oleh oarng lain. jangan buat orang semakin dungu dengan ke-egoisan, karena apa yang telah dilakukan sebenarnya telah menjadi bumerang.

buat yang belum bisa menghargai hidup
atau karena belum menemukan waktu kapan bisa menghargai orang
belajar sekarang atau tidak
maka akan selalu menajadi kebuntuan pada langkah kaki kanan anda

yang merasa, tidak banyak orang akan mengharapkan anda kembali
terlalu banyak yang kecewa
dan terlalu lama mereka menangis