tugu rakyat... apa nasibmu.
duh duh... sekarang kita sedang merasakan bahwa uang kiriman dari ortu yang ky tahun lalu. yang segitu cukup untuk ini itu, sekarang harus cari tambahan atau lebih berhemat dan lebih sederhana dalam belanja. hm....
12 mei 2008 akhirnya datang juga ke jakarta. bersama-sama dengan teman2 dari jogja untuk turun ke jalan lagi. tapi bukan jalan malioboro yang biasa kita susuri untuk longmarch, tapi jalan (lupa namanya) yagn disana berdiri gedung-gedung mewah, kantor2 negara ada disana. gedung2 kementrian, mahkamah konstitusi, RRI, dll.
setelah 2 jam longmarch, sampailah kami bersama 5 ribu yang lain di istana kerajaan. istana negara yang putih, bersih, cantik. oo... tampak begitu banyak pak polisi dan juga polwan yang telah menghadang kita.
saya geli mendengar penjelasan dari polwan lewat pengeras suara "bapak, ibu pengguna jalan dan yang sedang beraktivitas di sekitarnya. dengan ini kami mohon maaf, jika aktivitas anda terganggu. mari kita berikan kesempatan kepada adik2 mahasiswa untuk melakukan kegiatannya. bla bla.. "
jadi aksi itu digambarkan sebagai sebuah kegiatan layaknya EO. ow ow...
tidak seperti di jogja, jika yang dihadapi adalah bapk2 polisi. ternyata di tempat telah standby polwan. so, siap banker dari putrinya. hua....
sore
then.... tinggal 50meter, closer and closer.... form our kingdom. no police there.... but... kawat berduri telah memenjarakan istana itu dengan rapi. kami melawan dengan membaca puisi. (tak jua dengarlah kawat itu... hu hu... )
masa bertambah hampir 2x lipat. teman2 dari UI dan juga IPB telah bergabung bersama kita. warna kuning dan biru tua meramaikan warna almamater kami.
alhamdulillah, aksi berjalan dengan damai. meski sore harinya sempat di semprot gas air mata. (tapi aku g kebagian kok). he
tapi tugu rakyat belum juga didaulat
belum juga didaulat sampai hari ini
No comments:
Post a Comment