Tuesday, October 21, 2008

mengais

hm..
segalanya baru saja dimulai
gemulai segala rintang
mengolok-olok punguk-punguk yang berani
mencakar-cakar akal

gila memang gila
durinya sudah berdarah sebelum diterjang
rumah sudah roboh sebelum dibangun
gila

tinggal mengais penerang-penerang sisa
yang masih bersedia
padahal baru saja dimulai
dimulai dari segala akhir

4 comments:

  1. hai umi/ atin kok nggak bales komen ku kemaren sih!

    ReplyDelete
  2. Semangatmu bagai pungguk merindukan Sang Penyemangat yang masih nan jauh disana

    ReplyDelete
  3. balasan:

    terpuing-puing kaca itu
    kaki kaki yang luka itu
    punguk-punguk liar itu
    terus berputar dalam satu awan
    mendesir ditiap guntur
    lalu terjatuh
    jadi tangis

    tangis yang tak kukais lagi
    bias meresap sampai inti bumi
    lalu membangunkan magma pembangunan
    yang bangkit dari ujung dunia
    menyemai benih hijaunya
    hingga jadi pohon-pohon
    penghasil buah ranum

    sekadar untuk mengisi kerongkongan kecil
    ditepian jalan itu
    jadilah tanahnya
    jadilah buminya
    jadilah magmanya

    goreskan satu sejarah
    "buatlah sejarah !!!"


    He he he.... an kagak tau ini bagus ato kagak. baru kerangka yang belum disempurnakan. tentunya. chay. XeXe.mangga............. mateng. sekilo 5.000 murah kok.

    umar sahlafif

    ReplyDelete
  4. ok. maafkan. tapi emang g tahu apa2. selain emang blog ini jarang diposting tulisan2. g banyak yang tahu blog ini.

    well. ane g faham aoa2.. nulis tinggal nulis. then, klo disuruh dibedah. kabur... haha. A_A

    ReplyDelete