Sunday, April 26, 2009

bantu aku

hands of attien...

bantu aku
ketika aku memutuskan untuk mencintaimu
kelak

ku tampilkan alamanda setelah tersimpan rapat
lalu terterpa sinar
ah, cahaya...

mungkin masih esok
esok, lantas keesokannya lagi

bantu aku
ketika aku memutuskan untuk patuh padamu
kelak
mungkin masih esok
esok, lantas keesokannya lagi

aku bersiap untuk menata tamanku
rumput-rumput hijau, cemara, mawar, juga alamandaku
ah, alamanda

bantu aku
ketika aku memutuskan untuk menjadi sahabat sejatimu
kelak
mungkin masih esok
esok, lantas keesokannya lagi

baru saja berani kutuliskan alamanda
sejarah masa depan yang terjaga rapi
pernah terguncang
lantas tegak lagi
ah, alamanda

bantu aku
ketika aku memutuskan untuk menjadi makmummu
kelak
mungkin masih esok
esok, lantas keesokannya lagi

ajari aku untuk lebih dekat dengan Rabbku dan Rabbmu
bersama
ditaman yang masih kususun

duhai orang asing
orang asing yang akan ku berikan padanya alamandaku

bantu aku
duhai orang asing

Monday, April 20, 2009

hands of attien...

ku sanjung kamu
pada bait-baitku yang tak kan pernah sampai
meski telah berdamai dengan jarak dan waktu

puisi telah jadi banci
kata telah bisu

padahal cahaya tidak pernah henti mengerti gelap
sedang mimpi datang ketika malam
sirna dieterpa bayang
dari cahaya
ah, cahaya...

aku menggugu kini
meski terus mengumpat, mencaci dan meneriaki segala sesal yang pernah ditausiahkan
ah
sungguh aku tak punya alasan
tak punya penjelasan

cahaya
namamu terpahat
dan terpatri
bersama kredo yang belum lama kuikrarkan

ah, cahaya...

Wednesday, April 15, 2009

akselerasi tarbiyah

hands of attien...

akselerasi tarbiyah yang kini sedang ku alami menjadikan hari2ku berada pada titik spiritual tertinggi dalam hidup. merasa detak jantung dan nafas yang selalu berdzikir dengan segala kesabaran dan juga tawakal yang tak pernah terhenti. adakalanya pura-pura tegar untuk terus dapat tersenyum meski palsu. duh.. knp coba. tapi memang dengan tulisan ini aku sedikit terbantu.

akselerasi tarbiyah yang telah berjalan 1 bulan ini telah menenggelamkan segala ego dan juga kesombongan, segala logika dan semua perhitungan matematika. keajaiban-keajaiban terus terjadi dan tak mampu untuk diterka, apa ini artinya? karena beitu luas makna yang terhampar dan begitu sempit otak ini untuk memutar lembara2n buku yang pernah dibaca sekedar mencari arti.

akselerasi tarbiyah telah merubah seluruh isi kepalaku. dan ini akan terus terkenang sepanjang hidup. entah itu amarah yang akhirnya mampu ku taklukkan, egois yang sudah ku kubur dalam-dalam, tangisan yang semakin merdu, juga puisi-puisi yang semakin bermakna.

akselerasi tarbiyah telah mengubah cita-citaku. bagimana mimpi yang ternyata selama ini berdamai dengan ego telah tertaklukkan. bahwa Alloh selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-hambanya.

jika ketenangan yang diraih ketika badai dan juga api berhamburan dalam dada apa lagi jika ini bukan disebut sebagai sebuah kasih sayang dari Ar-rohman..??

mungkin harus lebih mencintai cinta, lebih rindu pada rindu. ah cahaya...

Saturday, April 11, 2009

hands of attien...

ku taklukkan mimpi dan hati
ketika
ketika pilihan sedang bernyanyi

ku tundukkan logika
diatas sajadahku

ku pasung kebodohanku
disaksikan kegelapan
yang ketakukan

ku hamparkan do'a-do'a
sepanjang fajar

ku lantunkan ayat-ayat
pada nada-nada cinta

Rabbi
anta Rabbi laa ilaa ha illa anta
kekuasaanmu menjadikanku teguh
diatas teka-teki yang terpasung angkuh

apakah ini?
sudah aku mengaduh
dan biarkan aku terus mengeluh
mengejawantahkan rasa
bersama bimbang yang tak berkesudahan

selalu
pada harap dan cemas

Thursday, April 9, 2009

senjaku

hands of attien...

hujan setiap hari
di tanahku
tiap senja yang pilu

kalau saja banjir mungkin langsung ku dayung saja cadikku
dipelataran rumah
menuju muara
lantas ke pulau seberang

tak ada maksud untuk pergi
karena senja yang tak pernah berdamai dengan mimpi
sedang pagi, tak lagi berseri

oh damai yang tak damai
bijak yang tak bijak
geram sudah
habis sudah

senja lagi senja lagi
berharap semakin berkilau dari kehari
tanpa hujan atau gerimis
atau biar ku tunggu saja cantiknya
seperti yang ingin ku temui di pantai pasir putih
pesisir pulau ku hari itu

aduhai...
jika malam tak mampu aku berkata
memilih mematung
menunggu pagi
yang tak pernah mati
tak lagi beseri