Monday, April 20, 2009

hands of attien...

ku sanjung kamu
pada bait-baitku yang tak kan pernah sampai
meski telah berdamai dengan jarak dan waktu

puisi telah jadi banci
kata telah bisu

padahal cahaya tidak pernah henti mengerti gelap
sedang mimpi datang ketika malam
sirna dieterpa bayang
dari cahaya
ah, cahaya...

aku menggugu kini
meski terus mengumpat, mencaci dan meneriaki segala sesal yang pernah ditausiahkan
ah
sungguh aku tak punya alasan
tak punya penjelasan

cahaya
namamu terpahat
dan terpatri
bersama kredo yang belum lama kuikrarkan

ah, cahaya...

10 comments:

  1. aku suka tulisan2nya attien

    ReplyDelete
  2. puisi telah jadi banci
    kata telah bisu

    Maka penulisnya tidak punya kelamin...

    ReplyDelete
  3. aha...
    jangan menyalahkan puisi dong ..., dia akan selalu indah meski telah jadi banci..

    ReplyDelete
  4. cahaya memang selalu pahami datangnya gelap

    berjalanlah walau habis terang

    ReplyDelete
  5. hitam... pekat... membuat semua yang ada di sekitarnya menjadi lebih terang... lalu cahaya?
    tak selalu menyilaukan... lup hitam...

    ReplyDelete
  6. ho ho ho... ini nulis apa ngombyang.. ha ha ha... siip dah...

    ReplyDelete
  7. tapi aku cinta cahaya. ah, cahaya...

    ReplyDelete
  8. cahaya terang... lho kok kayak lagunya sO7

    ReplyDelete
  9. cahaya tetaplah cahaya
    melesat menembus cakrawala hati
    meski pualam lembut menidurkannya
    cahaya tetap berlayar

    ReplyDelete
  10. ketika ku culik warnamu lewat celah fajar
    kau menjemputku dengan bentangan pagi
    jika cinta lah yang terikrar
    biarkan aku tetap dalam dekapanmu
    selalu

    aku sanjung kamu
    pada puisi yang telah kelelahan

    ReplyDelete