Sunday, April 1, 2007

keep on my arms

untuk jiwa-jiwa yang gundah...

assalamu'alaikum....

waktu terus berjalan
seiring dengan matahari yang menggelar cahayanya di pagi dan menggulungnya di sore hari
lipatan hari-hari terus bergerak sehigga semakin tebal catatan buku kita.
dengan apa kita harus membayar masa lalu yang penuh kelam
dengan apa kita harus membayar kezolima-kezoliman yang kita lakukan

sedangkan lipatan-lipatan yang selanjutnya kita harus sudah menyiapkan pena
terserah apakah tinta emas, perak atau kah tinta hitam, merah sampai hijau
yang jelas orang-orang terus bertanya siapa diri kita yang sebenarnya

perenungan-perenungan terus dilakukan dalam pencarian jati diri
membuka bungkusan-bungkusan hadiah dari orang-orang tercinta
betapa dalam arti sebuah kasih sayang

ternyata, hidup memang tidak sesedarhanya yang kita bayangkan.
banyak tanggung jawab yang musti kita segera laksanakan
yah... segera

tapi kadang kita kelelahan tanpa arah
katika berlari.. berlari dan berlari dijalan yang tak berujung
hingga nafas kita tersenggal dan keringat terus mengucur

badan remuk tak bermakna alangkah kasihannya
mulut berbusa tak bersuara alangkah lelahnya
sedang tangan bergerak meraba tanpa cahaya alangkah malangnya

secuil episode lembaran hidup yang luar biasa
menjadikan kita lebih kuat dalam menggapai segala asa
menjadikan kita lebih kukuh tegak berdiri

karena asa kita ada ditangan kita
karena asa ku masih ditangaku
biar Tuhanku yang menentukannya
hingga aku meraih surganya dengan Rahmat-Nya

with luv...

wasssalamu'alaikum...

2 comments:

  1. keikhlasan itu berbuah ketenangan, karena ikhlas adanya didalam hati.
    bagaimana hati tidak tenang ketika hati itu hanya bersandar pada yang Maha Kuat lagi Maha Kekal.

    ReplyDelete