Wednesday, June 6, 2007

karena hidup itu belajar menghargai

apa sih sulitnya bagi kita untuk memberikan maaf kepada orang lain yang pernah berbuat salah. menyulut api dalam hal yang seperti ini akan sulit untuk diredakan kembali. apakah ini hadiah yang kita bisa berikan kepada saudara seiman? padahal kisah sahabat sangat luar biasa. Umar yang keras tidak akan mudah marah pada Abu Bakar yang lemah lembut.

manusia itu bukan malaikat. jangan siksa orang dengan memaksa untuk berdiri satu kaki dalam waktu yang begitu lama maka ia akan melepaskan apa yang telah mengikatnya selama ini. atau dia akan mengambil keputusan yang akan membunuh seribu karakter orang-orang disekitarnya. teman sekelas, di organisasi, kos-kosan. karena yang namanya manusia akan sulit untuk segera beradaptasi dengan beberapa dunia dalam waktu yang bersamaan.

tidak habis pikir. pola pikir orang janganlah dipaksakan. imbasnya akan terjadi miss undertanding.

memang apa sih yang istimewa bagi seseorang yang pernah di zolimi ketika yang menzolimi sudah berusaha meminta maaf dengan tulus. karena g mau mengerti. jangan sok deh. manusia itu akhirnya masuk liang lahat semua kok. kecuali bagi mereka yang mau liat hari kiamat.

inilah reaksi dari seorang teman yang tidak mengingikan hati baiknya rekannya kembali. yang begitu ia sayangi. tatapan mata keduanya tiada lagi arti. semua bullshit yang pernah diceramahkan. apa dengan begitu ia merasa menang? karena itulah kemenangan orang-orang yang tidak pernah memberika pernghargaan pada orang lain.

berapa sih ia butuh ayat alquran untuk dibacakan. atau hadist-hadist Rosululloh tentang persaudaraan. berapa cerita yang harus dikirimkan untuk menyampaikan beribu hikmah. karena tidak mengerti, terlalu dungu untuk memahami mungkin.

tapi tidak juga, orangnya pinter. tapi tak terlalu yakin jika ia cerdas memaknai hidup. karena yang ia tahu apa yang ia inginkan haruslah ia dapatkan.

penghujatan pada seorang teman yang tidak tahu diri itu tidak maasalah. karena penyadaran yang dilakukan sebanyak 2 kali yang telah tidak dihiraukan menjawab permintaan maafnya.

sebenarnya cukup berkabung dengan hal ini. sekian lama merajut ukhuwah, tapi diakhiri dengan tragis dan ironis.

hidup kita tidak akan diridhoi kalau kita tisak meridhoi saudara-saudara kita. apa sih hidup itu? penghargaan bagi mereka yang membutuhkan dorongan, menciptakan bahwa waktu itu tidak berjalan monoton, dan bisa menjadi orang yang bisa mengambil keputusan.

bagi yang belum bisa menghargai orang lain, maka lanjutkan saja semua cerita yang telah dimulai jika masih ingin belajar menghargai. namun, bagi yang telah menutup mata dan telinga, maka cerita anda akan ditutup oleh orang lain. dan rasakan betapa permainan yang telah diciptakan untuk kita tidaklah luput dari pengawasan yang menciptakan.

hanya itu. jangan tanya berapa harga penghormatan yang harus kita berikan pada orang lain. namun, kita tiada berharga ketika menutup semua pintu yang berusaha dibuka oleh oarng lain. jangan buat orang semakin dungu dengan ke-egoisan, karena apa yang telah dilakukan sebenarnya telah menjadi bumerang.

buat yang belum bisa menghargai hidup
atau karena belum menemukan waktu kapan bisa menghargai orang
belajar sekarang atau tidak
maka akan selalu menajadi kebuntuan pada langkah kaki kanan anda

yang merasa, tidak banyak orang akan mengharapkan anda kembali
terlalu banyak yang kecewa
dan terlalu lama mereka menangis

4 comments:

  1. belajar menghargai memang sebuah bagian dari hidup..semangat ya! dan terus berkarya.. ^_^

    ReplyDelete
  2. yup........i like it.....
    jangan memaksakan dan jangan mo dipaksa!!
    tapi saling menghargai!!!!!!
    MERDEKA!!!!!!

    ReplyDelete
  3. pelajaran yg susah....
    tp wajib kudu di coba.mksh

    moga ALLAH memudahkan segala urusan kita, terlebih pada urusan perbaikan diri ini; agar kelak kita bisa bahagia 'besok'.

    ReplyDelete
  4. ya itu ukhti yang kadang sulit...
    tapi ane akan berusaha sukron ukhti

    ReplyDelete