malam semakin damai
mencoba menerobos di waktu-waktu akhir ramadhan
damainya langit tak pupus dilindas awan
yang semakin seru berseteru dengan bumi
langitku tetap damai
dingin menemani semakin sepenya waktu
dilangit cintaku
dihamparan harapan dan impian
seperti phobia akan jiwa-jiwa gila
terus terhampar rahmat itu dipenjuru bumi
terus mengalir do'a-do'a itu
merdu dan syahdu
terus terucap permohonan ampun dari setiap bibir yang merintih
merindu kasih yang yang dijanji
dihadapan sajadah takwa
kembali merajut asa-asa surga
merenggut ampunan-ampunan itu
higga sesak sakit, sungguh sakit
ditenggorokan ini
biar sakit
biarkan...
No comments:
Post a Comment