hans of attien...
Innalillahi wa innailaihi roji'un.
Bagus Aji Pamungkas telah berpulang
Kamis, 25 feb 09, 22:40
berpulang
setelah melanglang
senyum dan juga perjuangan
mengukirmu di setiap kisah
bersama kami dalam tiap langkah
kawan, selamat jalan
hendak cita2 kami terkabulkan sepertimu
dikau, mujahid ke-3 yang sudi mampir untuk menunjukkan manisnya syahid
yang tiada semanis sekedar di mimbar mimbar ceramah agama
Thursday, February 26, 2009
Tuesday, February 24, 2009
angin
hans of attien...
hanya mampu berbisik pada angin
masih adakah hari?
sedang waktu tidak lagi mau berdamai
tentang mimpi yang tergadai
lagi-lagi pada angin
bahwa kasih tidak mampu lagi dinanti
entah cinta pergi kemana
sedang rindu tak pernah terlunasi
kubisikkan lagi
"jaga rahasia ini"
ia pun berjanji
dan mengislahkan lagi dengan mimpi yang terbeli kembali
ilalang disana terus melambai-lambai
menoleh ke kiri, menoleh kekanan
bersama anginku
yang berdamai lagi dengan mimpi dan waktu
hanya mampu berbisik pada angin
masih adakah hari?
sedang waktu tidak lagi mau berdamai
tentang mimpi yang tergadai
lagi-lagi pada angin
bahwa kasih tidak mampu lagi dinanti
entah cinta pergi kemana
sedang rindu tak pernah terlunasi
kubisikkan lagi
"jaga rahasia ini"
ia pun berjanji
dan mengislahkan lagi dengan mimpi yang terbeli kembali
ilalang disana terus melambai-lambai
menoleh ke kiri, menoleh kekanan
bersama anginku
yang berdamai lagi dengan mimpi dan waktu
ah, cahaya...
serangan baru lagi.
aku hanya merasa aneh begitu saja hari2 ini. dibarengi dengan kakak dan adekku yang jadi aneh tiba2. seakan-akan doa saudariku ditanah Haram terkabulkan cuma-cuma. Ya Alloh... alangkah nikmat nafas yang berhembus dengan iman ini..
jazakillah ukhti...
"maka bashiroh orang-orang yang soleh adalah sebuah penglihatan yang baik"
dan terus saja kabar itu datang satu persatu, membuatku menjadi kerdil seperti kerikil yang tak sanggup untuk terus berada di tepian. usai itu mengharap badai datang dan melantingkan badanku biar remuk bersama pasir atau debu sekalipun. hanya saja mungkin aku memilih untuk berada di tepian pasir putih. bukan parangtritis atau depok, yah. di pulau ku sana. masih bayak nyiur, masih putih pasirnya, masih tenang birunya, masih kokoh pulaunya, masih tegar orangnya, masih indah cakrawalanya, masih cantik semua warna disana. meski harus terpelanting menyebrangi selat sunda. jauhnya...
hendaklah bersabar dengan segala tsabat. lagi lagi dan lagi. apa yang menjadi kekuatan ku ada do'a do'a dan do'a. aku belajar untuk membuka lagi kalam tertinggi, inspirasi yang cantik dalam terminal kecil kehidupan.
maka aku hanya mampu meminta, meminta dan meminta. dari sederetan doa adalah memohon yang terbaik, terbaik dan terbaik. dan dari segala perbaikan yang mampu ku lakukan hanyalah bersyukur, bersyukur dan bersyukur. dan dengan segala nafas yang ku hirup adalah kehidupan, kehidupan dan kehidupan. sedang tiap malam aku hanya mampu bermimpi , bermimpi dan bermimpi. meski esok mati.
menyibak hari dengan segala warna. ah... sangat tampak klo aku cukup lelah dengan diri sendiri. kasiah deh.
setiap hari menuntut untuk berkaca pada cermin yang lebih bening. kisah orang-orang yang membuatku tehenyak tak juga memberikan terbiyah yang signifikan sebagai pembanding. hanya saja Alloh tak kalah cara untuk memberikan ini langsung padaku.
baik dia si khadimat mulia, si perantau sejati, si dia yang berada antara sejengkal dengan kamatian, si dia yang susah payah mencari cahaya, si dia young leader. membuatku gugup memandang keajaiban-kejaiban cinta.
aku bersyukur kakakku yang semakin hebat disana, adikku yang terus kekanak-kanakan, juga mujahidku di tepian barat pulau jawa yang masih terus berdamai dengan mimpi. bapak ibu yang tak lekang dikejar zaman. rambut mereka yang memutih mungkin semakin seru untuk dibicarakan. aduhai... betapa rindu, rindu dan rindu diri ini.
dua kisah yang menurutku adalah sebuah keajaiban, bertautan menjadi mozaik yang sedap untuk ditelaah. setidaknya mampu membuat jiwa ini untuk mensucikan segala jasad, otak dan ruh yang baru mentas dari comberan.
pilihan-pilihan yang menggetarkan. juga keputusan-keputusan yang mendebarkan. juga kenyataan yang menakjubkan. luar biasa. segala namaMu ku sebut. ya Kariim...
akhirnya kuputuskan untuk tidak peduli lagi pada diri sendiri. biarlah sesuai dengan segala skenario yang tertuliskan. meski aku tidak mau hanya sekedar menjadi air yang mengalir.
apapun itu, maka jiwa ini akan terus terpaut seperti "ikatan-ikatan unta". menjadi sunnatulloh disegala sisi kehidupan. akankah tetap ku ikatkan di pohon yang kokoh, atau ku lepas dan berpetualang lagi ke padang pasir.
ah, cahaya...
aku hanya merasa aneh begitu saja hari2 ini. dibarengi dengan kakak dan adekku yang jadi aneh tiba2. seakan-akan doa saudariku ditanah Haram terkabulkan cuma-cuma. Ya Alloh... alangkah nikmat nafas yang berhembus dengan iman ini..
jazakillah ukhti...
"maka bashiroh orang-orang yang soleh adalah sebuah penglihatan yang baik"
dan terus saja kabar itu datang satu persatu, membuatku menjadi kerdil seperti kerikil yang tak sanggup untuk terus berada di tepian. usai itu mengharap badai datang dan melantingkan badanku biar remuk bersama pasir atau debu sekalipun. hanya saja mungkin aku memilih untuk berada di tepian pasir putih. bukan parangtritis atau depok, yah. di pulau ku sana. masih bayak nyiur, masih putih pasirnya, masih tenang birunya, masih kokoh pulaunya, masih tegar orangnya, masih indah cakrawalanya, masih cantik semua warna disana. meski harus terpelanting menyebrangi selat sunda. jauhnya...
hendaklah bersabar dengan segala tsabat. lagi lagi dan lagi. apa yang menjadi kekuatan ku ada do'a do'a dan do'a. aku belajar untuk membuka lagi kalam tertinggi, inspirasi yang cantik dalam terminal kecil kehidupan.
maka aku hanya mampu meminta, meminta dan meminta. dari sederetan doa adalah memohon yang terbaik, terbaik dan terbaik. dan dari segala perbaikan yang mampu ku lakukan hanyalah bersyukur, bersyukur dan bersyukur. dan dengan segala nafas yang ku hirup adalah kehidupan, kehidupan dan kehidupan. sedang tiap malam aku hanya mampu bermimpi , bermimpi dan bermimpi. meski esok mati.
menyibak hari dengan segala warna. ah... sangat tampak klo aku cukup lelah dengan diri sendiri. kasiah deh.
setiap hari menuntut untuk berkaca pada cermin yang lebih bening. kisah orang-orang yang membuatku tehenyak tak juga memberikan terbiyah yang signifikan sebagai pembanding. hanya saja Alloh tak kalah cara untuk memberikan ini langsung padaku.
baik dia si khadimat mulia, si perantau sejati, si dia yang berada antara sejengkal dengan kamatian, si dia yang susah payah mencari cahaya, si dia young leader. membuatku gugup memandang keajaiban-kejaiban cinta.
aku bersyukur kakakku yang semakin hebat disana, adikku yang terus kekanak-kanakan, juga mujahidku di tepian barat pulau jawa yang masih terus berdamai dengan mimpi. bapak ibu yang tak lekang dikejar zaman. rambut mereka yang memutih mungkin semakin seru untuk dibicarakan. aduhai... betapa rindu, rindu dan rindu diri ini.
dua kisah yang menurutku adalah sebuah keajaiban, bertautan menjadi mozaik yang sedap untuk ditelaah. setidaknya mampu membuat jiwa ini untuk mensucikan segala jasad, otak dan ruh yang baru mentas dari comberan.
pilihan-pilihan yang menggetarkan. juga keputusan-keputusan yang mendebarkan. juga kenyataan yang menakjubkan. luar biasa. segala namaMu ku sebut. ya Kariim...
akhirnya kuputuskan untuk tidak peduli lagi pada diri sendiri. biarlah sesuai dengan segala skenario yang tertuliskan. meski aku tidak mau hanya sekedar menjadi air yang mengalir.
apapun itu, maka jiwa ini akan terus terpaut seperti "ikatan-ikatan unta". menjadi sunnatulloh disegala sisi kehidupan. akankah tetap ku ikatkan di pohon yang kokoh, atau ku lepas dan berpetualang lagi ke padang pasir.
ah, cahaya...
Monday, February 23, 2009
tal berjudul
hans of attien...
malam rebah di kemuning mimpi
bercampur gelap
kisah sehari yang bejibun mimpi
tiada secuil upil yang berbanding mati
lalu menganga kembali luka
pura-pura lupa pada segala warna
mengulum hati yang berkabut jingga
usai itu lelah, dan pergi musnah
sedang jam terus tertawa
mengejek jasad yang tak peduli pada dunia
terlalu enak dipannya yang menderik
sedang mimpinya diusir jangkik
malam rebah di kemuning mimpi
tiada warna lagi yang sudi
sedang jasad itu terus mendengkur
yang terus pura-pura lupa dengan alam kubur
ah, usahlah risau pada segala sandiwara
sedang fajar tidak pernah terlambat untuk dipeluk
pada tiap agenda matahari
bukalah jendela dunia yang gelap dikamar yang kau matikan lilinya
pandanglah bahwa udara terus berhembus
dan embun-embun masih setia
hiruplah sebanyak yang kamu mau
agar paru-paru kehidupan terisi kembali mimpi
meski jejak-jejak kafilah yang pernah mengajarkan perang
mengejek agenda harian orang-orang kerdil
lalu Tuhanmu telah membuka pintu
mengerahkan tentara bersayap yang siap bertugas
entah menjemput pemilik jasad, atau menebarkan rahmat
malam rebah di kemuning mimpi
bercampur gelap
kisah sehari yang bejibun mimpi
tiada secuil upil yang berbanding mati
lalu menganga kembali luka
pura-pura lupa pada segala warna
mengulum hati yang berkabut jingga
usai itu lelah, dan pergi musnah
sedang jam terus tertawa
mengejek jasad yang tak peduli pada dunia
terlalu enak dipannya yang menderik
sedang mimpinya diusir jangkik
malam rebah di kemuning mimpi
tiada warna lagi yang sudi
sedang jasad itu terus mendengkur
yang terus pura-pura lupa dengan alam kubur
ah, usahlah risau pada segala sandiwara
sedang fajar tidak pernah terlambat untuk dipeluk
pada tiap agenda matahari
bukalah jendela dunia yang gelap dikamar yang kau matikan lilinya
pandanglah bahwa udara terus berhembus
dan embun-embun masih setia
hiruplah sebanyak yang kamu mau
agar paru-paru kehidupan terisi kembali mimpi
meski jejak-jejak kafilah yang pernah mengajarkan perang
mengejek agenda harian orang-orang kerdil
lalu Tuhanmu telah membuka pintu
mengerahkan tentara bersayap yang siap bertugas
entah menjemput pemilik jasad, atau menebarkan rahmat
puisi seorang kawan
hanes of attien...
Malam yang Sedikit
embun belum selesai menetes pada daun
mentari masih lelap jauh di seberang
terlalu pagi untuk memulangkan kesadaran
rindu masih sangat dingin untuk disampaikan
maka kutumpuk ia bersama lelah yang tak sudah-sudah
kusandingkan bersama luka-luka yang payah
tapi hendak kapan lagi?
siang kemarin terlalu garang
bahkan terlalu berisik untuk mendengar siul berdendang
juga kemarin kemarinnya
dan kemarin kemarinkemarinnya
mungkin juga setelah ini dan setelahnya
waktu burung-burung terbang pulang
nyeri mulai berani mencium tulang
bertambah berani menjelang petang
hingga akhirnya semua sendi
berujar mereka ingin mati
begitulah hari kemarin
juga kemarin kemarinnya
dan kemarin kemarinkemarinnya
mungkin juga setelah ini dan setelahnya
maka tinggallah ini yang disisakan
malam yang sedikit
kurang separuh atau lebih sedikit
maka
kesadaran dipaksa pulang lebih dulu
rindu mulai dihangat-hangatkan
dingin dan nyeri yang tidur pulas di punggung
harus dikalahkan
seperti beradu, siapa yang jaga lebih dulu?
dapati malam-malamku jatuh
yakinkan diriku simpuh
pada sujud-sujudku yang rapuh
luruh penghambaan
genap kenistaan
puisi ini gubahan seorang Angga Aditya. salah seorang yang saya kagumi.
kunjungi blognya. ada oase yang dapat kita temukan
Malam yang Sedikit
embun belum selesai menetes pada daun
mentari masih lelap jauh di seberang
terlalu pagi untuk memulangkan kesadaran
rindu masih sangat dingin untuk disampaikan
maka kutumpuk ia bersama lelah yang tak sudah-sudah
kusandingkan bersama luka-luka yang payah
tapi hendak kapan lagi?
siang kemarin terlalu garang
bahkan terlalu berisik untuk mendengar siul berdendang
juga kemarin kemarinnya
dan kemarin kemarinkemarinnya
mungkin juga setelah ini dan setelahnya
waktu burung-burung terbang pulang
nyeri mulai berani mencium tulang
bertambah berani menjelang petang
hingga akhirnya semua sendi
berujar mereka ingin mati
begitulah hari kemarin
juga kemarin kemarinnya
dan kemarin kemarinkemarinnya
mungkin juga setelah ini dan setelahnya
maka tinggallah ini yang disisakan
malam yang sedikit
kurang separuh atau lebih sedikit
maka
kesadaran dipaksa pulang lebih dulu
rindu mulai dihangat-hangatkan
dingin dan nyeri yang tidur pulas di punggung
harus dikalahkan
seperti beradu, siapa yang jaga lebih dulu?
dapati malam-malamku jatuh
yakinkan diriku simpuh
pada sujud-sujudku yang rapuh
luruh penghambaan
genap kenistaan
puisi ini gubahan seorang Angga Aditya. salah seorang yang saya kagumi.
kunjungi blognya. ada oase yang dapat kita temukan
Wednesday, February 18, 2009
Alloh...
ya Rohman
aku masih menelusuri satu-satu namamu
semakin dekat jiwa ini
biarkan selalu
ya Ghoffar
beri aku pelajaran dalam tiap sudut
dan hapuskanlah kesalahan2 silam
yang pada tiap malam hamba menyebut namamu
ya Kariim
jika diri ini begitu angkuh
manalah yang lebih hina?
sedang namamu begitu agung
ya latif...
bahkan kau mendengar desiran hati kami
cacian hati kami
kurangnya syukur kami
ya 'Aliy...
segala pengetahuanmu diatas apa yang dihujjah para pemuja logika
beri kekuatan kami untuk terus dijalanmu
segala namaMu ku sebut
satu-satu
sebagai wasilah do'a kami
untuk saudara kami seperjuangan
yang paling Kau cintai
aku masih menelusuri satu-satu namamu
semakin dekat jiwa ini
biarkan selalu
ya Ghoffar
beri aku pelajaran dalam tiap sudut
dan hapuskanlah kesalahan2 silam
yang pada tiap malam hamba menyebut namamu
ya Kariim
jika diri ini begitu angkuh
manalah yang lebih hina?
sedang namamu begitu agung
ya latif...
bahkan kau mendengar desiran hati kami
cacian hati kami
kurangnya syukur kami
ya 'Aliy...
segala pengetahuanmu diatas apa yang dihujjah para pemuja logika
beri kekuatan kami untuk terus dijalanmu
segala namaMu ku sebut
satu-satu
sebagai wasilah do'a kami
untuk saudara kami seperjuangan
yang paling Kau cintai
The Real Mujahid
hans of attien...
akhi
apalah ini untukmu. Alloh lebih peduli untuk mendekatimu dari pada mendengar tangisku yang pecah usai tilawah sebagai wasilah doaku.
maafkan mb yang selama ini belum berhasil mendampingimu
dengan amanah2 kita yang telah terlewat, semoga Alloh menerimanya karena itu adalah karya terbaikmu
harum mujahid semerbak di rungan ber AC alias IMC. detak mesin pemantau mengingatkanku akan kejadian 3 tahun yang lalu. masih di posisi 6, dari kemarin pertama kali masuk.
" kemarin badannya dingin, sekarang demam"
" semalam juga sempat gerak gerak tangannya."
" klo demam berarti ada infeksi."
Syafakalloh akhi.
kami merindukanmu.
pelajaran untukku dan teman2 untuk selalu mengingat bahwa kita ada yang memiliki.
akhi
apalah ini untukmu. Alloh lebih peduli untuk mendekatimu dari pada mendengar tangisku yang pecah usai tilawah sebagai wasilah doaku.
maafkan mb yang selama ini belum berhasil mendampingimu
dengan amanah2 kita yang telah terlewat, semoga Alloh menerimanya karena itu adalah karya terbaikmu
harum mujahid semerbak di rungan ber AC alias IMC. detak mesin pemantau mengingatkanku akan kejadian 3 tahun yang lalu. masih di posisi 6, dari kemarin pertama kali masuk.
" kemarin badannya dingin, sekarang demam"
" semalam juga sempat gerak gerak tangannya."
" klo demam berarti ada infeksi."
Syafakalloh akhi.
kami merindukanmu.
pelajaran untukku dan teman2 untuk selalu mengingat bahwa kita ada yang memiliki.
Monday, February 16, 2009
hihi.. aku punya cerita seru. benar2 nasrulloh.. berhasil lolos dari kejaran polisi.. nggak sih.
cuma kena semprit donag. tapi ya gimana, tanpa STNK (lagi di kirim ke ruman) dan juga SIM. yo wes, mendingan jalan myuter.
masya Alloh.. jadi teringat dengna bapak polisi yang pernah menolongku
" mbaknya ustadzah?"
bingung...
" Bukan pak. Santri"
"kuliah dimana?"
sok cuek dengan sibu kmenulis berita acara
" UGM"
" oo.. jawabnya datar."
bingung, sekaligus tak sabar.
" Nih... " Ia berikan kembali STNK motorku.
" Makasih pak, berapa?"
tanyaku pura2 nggak tahu.
" udah. nggak usah aja."
what!!! shock. padahal, aku sudah mengumpat semauku.
nggak akan pernah ikhlas memberikan uang begitu besar pada polisi2 banyak kerjaan itu.
lebih bingung.
" makasih pak.. "
" Ya"
" eh mbak. plangnya di pasang ya"
hehe... maaf pak.. (ujarku dalam hati)
usai itu berderai air mataku.. masya Alloh.. banyak mereka yang masih baik.
tapi yang jelas, aku tidak pernah ikhlas dengan denda2 itu. makanya aku kabur. cia.... !!!
cuma kena semprit donag. tapi ya gimana, tanpa STNK (lagi di kirim ke ruman) dan juga SIM. yo wes, mendingan jalan myuter.
masya Alloh.. jadi teringat dengna bapak polisi yang pernah menolongku
" mbaknya ustadzah?"
bingung...
" Bukan pak. Santri"
"kuliah dimana?"
sok cuek dengan sibu kmenulis berita acara
" UGM"
" oo.. jawabnya datar."
bingung, sekaligus tak sabar.
" Nih... " Ia berikan kembali STNK motorku.
" Makasih pak, berapa?"
tanyaku pura2 nggak tahu.
" udah. nggak usah aja."
what!!! shock. padahal, aku sudah mengumpat semauku.
nggak akan pernah ikhlas memberikan uang begitu besar pada polisi2 banyak kerjaan itu.
lebih bingung.
" makasih pak.. "
" Ya"
" eh mbak. plangnya di pasang ya"
hehe... maaf pak.. (ujarku dalam hati)
usai itu berderai air mataku.. masya Alloh.. banyak mereka yang masih baik.
tapi yang jelas, aku tidak pernah ikhlas dengan denda2 itu. makanya aku kabur. cia.... !!!
Sunday, February 15, 2009
nyanyikanlah
sebuah syair yang tak pernah bernada
biarkan orang lain terpesona pada indah kata-kata
bacakanlah
ayat-ayat gombal yang hanya mampu membuat orang tersenyum semenit saja
biar mereka tahu, bahwa kesengan hanya lah sementara
terbanglah
melayang pada biru yang menghampar
menukik
mendarat dan terbang lagi
jika kau ingin perubahan, ayo
jika kau ingin orang lain tersenyum karena mu, ayo
jika kau ingin dunia ini lebih damai, ayo
nyanyikanlah lagumu sendiri
sebuah syair yang tak pernah bernada
biarkan orang lain terpesona pada indah kata-kata
bacakanlah
ayat-ayat gombal yang hanya mampu membuat orang tersenyum semenit saja
biar mereka tahu, bahwa kesengan hanya lah sementara
terbanglah
melayang pada biru yang menghampar
menukik
mendarat dan terbang lagi
jika kau ingin perubahan, ayo
jika kau ingin orang lain tersenyum karena mu, ayo
jika kau ingin dunia ini lebih damai, ayo
nyanyikanlah lagumu sendiri
Saturday, February 14, 2009
bib bib bib.. haha. macam senjata sincan ketika berubah menjadi pahlawan bertopeng. khayalan, puisi, kosa kata baru. mungkin ketiganya sangat menarik bagi penulis baru sepertiku.(Amie..). tapi tak henyak dari itu semua bahwa realitas lebih indah untuk ditulis dan dijabarkn sebagai sebuah pelajaran. aku mencoba untuk menyembunyikan apa yang berada di kepalaku dan sekaligus ada dihatiku dengan berdalih bahwa " adakah yang lebih bermanfaat dari sekedar mengungkapkan itu ?" hoalah.... kasian deh gw.
bernostalgia dengan zaman keemasan (baca zaman SMA). zaman dimana menjadi kebanggaanku ketika aku bisa melakukan banyak hal semauku. tidak terlalu bingung dengan apa yang orang fikirkan tentang ku. sehingga ingin rasanya masa lalu itu ku jemput kembali dan ku kenakan untuk hidup di masa sekarang. well, bukankah yang seperti ini orang sakit??? haha
hm.. fikiran ini timbul ketika ku dihubungi oleh seorang teman SMA yang sudah lama tak jumpa. suaranya pun aku tak tahu macam mana. tapi ketika dia menghubungiku di telp, masya Alloh...
kami sepakat masa itu adalah masa terkonyol dalam hidup kami. julukanku kala itu membuatku miris, tapi aku sangat bangga dengan teman2ku itu.
telmi, " Udah, kerjain aja matematikanya", or... " telat mi ketawanya", atau namaku diganti miu karena ada lambang "u" dalam persamaan fisika. hoalah...
jogja memang menawarkan banyak hal. dan aku telah banyak belajar di kota ini. meski juga nggak kelar2 skripsinya. mual2 dengan cacing2 yang berpose di buku utama juga buku2 latihan, dan hal2 lain menawarkanku sesuatu yang cantik dan pantas untuk ditantang. haha... kasihan deh.
dan dibalik itu semua. aku sangat merasa bahagia menjadi dirku yang sekarang. seorang guru mengatakan, " ketahuilah tentang Tuhanmu dengan mengetahui apa yang Tuhan inginkan darimu dengan tolabul 'ilmi". hm.. kesungguhan yang belum terpatri, cita-cita yang belum ku merdekakan karena selalu terjerat keinginan2 semu.
marhalah2 selanjutnya harus dicapai. karena waktu akan terus berputar. tanpa istirahat.
kadang aku benci terlalu melankolis, dan sering muntah dengan puisi2 cengengku. hih! egois se-egois egoisnya. " ada tidak yang lebih bermanfaat dari itu untuk orang lain?". pertanyaan ini akan selalu menghantuiku, karena aku terlalu benci pada orang2 egois.
bernostalgia dengan zaman keemasan (baca zaman SMA). zaman dimana menjadi kebanggaanku ketika aku bisa melakukan banyak hal semauku. tidak terlalu bingung dengan apa yang orang fikirkan tentang ku. sehingga ingin rasanya masa lalu itu ku jemput kembali dan ku kenakan untuk hidup di masa sekarang. well, bukankah yang seperti ini orang sakit??? haha
hm.. fikiran ini timbul ketika ku dihubungi oleh seorang teman SMA yang sudah lama tak jumpa. suaranya pun aku tak tahu macam mana. tapi ketika dia menghubungiku di telp, masya Alloh...
kami sepakat masa itu adalah masa terkonyol dalam hidup kami. julukanku kala itu membuatku miris, tapi aku sangat bangga dengan teman2ku itu.
telmi, " Udah, kerjain aja matematikanya", or... " telat mi ketawanya", atau namaku diganti miu karena ada lambang "u" dalam persamaan fisika. hoalah...
jogja memang menawarkan banyak hal. dan aku telah banyak belajar di kota ini. meski juga nggak kelar2 skripsinya. mual2 dengan cacing2 yang berpose di buku utama juga buku2 latihan, dan hal2 lain menawarkanku sesuatu yang cantik dan pantas untuk ditantang. haha... kasihan deh.
dan dibalik itu semua. aku sangat merasa bahagia menjadi dirku yang sekarang. seorang guru mengatakan, " ketahuilah tentang Tuhanmu dengan mengetahui apa yang Tuhan inginkan darimu dengan tolabul 'ilmi". hm.. kesungguhan yang belum terpatri, cita-cita yang belum ku merdekakan karena selalu terjerat keinginan2 semu.
marhalah2 selanjutnya harus dicapai. karena waktu akan terus berputar. tanpa istirahat.
kadang aku benci terlalu melankolis, dan sering muntah dengan puisi2 cengengku. hih! egois se-egois egoisnya. " ada tidak yang lebih bermanfaat dari itu untuk orang lain?". pertanyaan ini akan selalu menghantuiku, karena aku terlalu benci pada orang2 egois.
Friday, February 13, 2009
Bulan II
semalam bulan hilang
karena kelam awan
bersama angin utara dan selatan
bersilang, menyembunyikanmu
aku menanti
bulan yang hilang
sedang semilir angin tak selembut pagi
menawarkan dingin yang mati
bersama hujan yang berkelebat
sedang saat itu
aku menanti
bulan yang hilang
satu satu ku eja bentuk awan
ada yang menertawaiku
atau berusaha mengasihiku
sedang aku, hanya mematung
berpose anggun
sedang saat itu
aku sedang menanti
bulan yang hilang
kutawarkan lagi mimpi-mimpi
namun aku sudah lelah menanti
sekali lagi ku tawarkan lagi mimpi-mimpi
dan sekali lagi aku lelah menanti
oh bulan yang hilang
sajakku masih tentangmu
selalu masih tentangmu
kini ramai awan-awan menertawaiku
menghalangiku untuk memandangmu
meski kutawarkan mimpi-mimpi lagi
sedang aku hanya mampu menanti
semalam bulan hilang
karena kelam awan
bersama angin utara dan selatan
bersilang, menyembunyikanmu
aku menanti
bulan yang hilang
sedang semilir angin tak selembut pagi
menawarkan dingin yang mati
bersama hujan yang berkelebat
sedang saat itu
aku menanti
bulan yang hilang
satu satu ku eja bentuk awan
ada yang menertawaiku
atau berusaha mengasihiku
sedang aku, hanya mematung
berpose anggun
sedang saat itu
aku sedang menanti
bulan yang hilang
kutawarkan lagi mimpi-mimpi
namun aku sudah lelah menanti
sekali lagi ku tawarkan lagi mimpi-mimpi
dan sekali lagi aku lelah menanti
oh bulan yang hilang
sajakku masih tentangmu
selalu masih tentangmu
kini ramai awan-awan menertawaiku
menghalangiku untuk memandangmu
meski kutawarkan mimpi-mimpi lagi
sedang aku hanya mampu menanti
Sunday, February 8, 2009
Xiao Di ( me, without KJ7)
epik yang membuatku tertawa dan menangis dalam waktu yang bersamaan.
mengajariku untuk berani, untuk tertawa dan menangis lebih kuat lagi
berkonfrontasi dalam hidup. akhir-akhir ini aku memilih untuk gencatan senjata. tapi bukan itu. tepatnya aku kalah. hanya saja aku masih bertahan untuk tetap hidup.
apa lagi yang akan kita cari setelah kita tehu tentang semua makna hidup. bahwa hidup terlalu cantik untuk dimaknai. memberikan banyak kesempatan bagi mereka yang mendapatkan rahmat Alloh untuk berkarya dan berbuat lebih banyak. tidak bingung dengan banyaknya pilihan karena mereka tahu bahwa semua pilihan memiliki konsekuensi yang pasti.
ya Alloh.. sering sedih melihat diri yang belum bisa mengendalikan keinginan. dengan dalil ini itu, ya sih.. nggak berlebihan kok. hanya saja kadang aku berkata " i can do more than that!". sayangnya aku hanya kurang berani untuk menantang.
well, mungkin memang hidup yang harus memulai agresinya lebih dulu. seperti cerita peperangan zaman dulu yang mau tidak mau kita harus berhadapan, menyiapkan bekal dan senjata, berkubang dengan darah, juga berdamai dengan maut. wuih...
tapi, mungkin aku memilih untuk agresi lebih dulu. sebelum hari dimulai. hoho..
semalam ke theater lagi. kecewa berat deh. alias nggak dong dengan pementasannnya. tanpa dialog, apa lagi diskusi. pemainnya tuggal. ku bilang ke seorang teman , " Mungkin kita memang bodoh soal seni" . Huah... tapi waktu kita pulang, eh, ada mbak2 yang nawarin jadwal si pemain theter lagi promosikan pementasan gratis untuk 10 pendaftar pertama. we e e... yo wes. tulis aja nama and cp. toh nggak usah harus susah payah lagi untuk cari jadwal and tempat pementasan seperti malam tadi. tapi memang ada satu catatan. mungkin aku akan susah memaknai pementasan tanpa dialog. huh. ironis. TUBUH SEPATU EL CONY. apa hubungannya kebaya dengan bendera Amerika, laki2 pakai sepatu ballet. lantas, kenapa musti tubuhnya dicat putih. hoho.. pertanyaan yang kata moderator silahkan untuk dimaknai sendiri. setidaknya memang kecewa, lantara pementasan yang penuh kritik sosial terhadap agresi di Gaza belum bisa dimaknai secara utuh dan belum ditampilkan dengan apik. menurutku.. orang yang nggak tahu seni.haha.. kacian deh gw.
Yogyakarta, begitulah kota ini. memberikan banyak warna warni. hayo.. siapa yang belum kesini??
tetep aja susah. kebanyakan pementasan malam hari. sayang sekali...
coba aku tulis sebuah syair lagi
(setelah beberapa menit berfikir..)
wah.. nggak bisa!!! nggak ada yang bisa ketulis niy. dududuh...
thanks kawan, telah mengajari bagaimana hidup
maaf, harus sekian kali ku baca untuk menemukan apa yang sedang berpose di kepalamu.
epik yang membuatku tertawa dan menangis dalam waktu yang bersamaan.
mengajariku untuk berani, untuk tertawa dan menangis lebih kuat lagi
berkonfrontasi dalam hidup. akhir-akhir ini aku memilih untuk gencatan senjata. tapi bukan itu. tepatnya aku kalah. hanya saja aku masih bertahan untuk tetap hidup.
apa lagi yang akan kita cari setelah kita tehu tentang semua makna hidup. bahwa hidup terlalu cantik untuk dimaknai. memberikan banyak kesempatan bagi mereka yang mendapatkan rahmat Alloh untuk berkarya dan berbuat lebih banyak. tidak bingung dengan banyaknya pilihan karena mereka tahu bahwa semua pilihan memiliki konsekuensi yang pasti.
ya Alloh.. sering sedih melihat diri yang belum bisa mengendalikan keinginan. dengan dalil ini itu, ya sih.. nggak berlebihan kok. hanya saja kadang aku berkata " i can do more than that!". sayangnya aku hanya kurang berani untuk menantang.
well, mungkin memang hidup yang harus memulai agresinya lebih dulu. seperti cerita peperangan zaman dulu yang mau tidak mau kita harus berhadapan, menyiapkan bekal dan senjata, berkubang dengan darah, juga berdamai dengan maut. wuih...
tapi, mungkin aku memilih untuk agresi lebih dulu. sebelum hari dimulai. hoho..
semalam ke theater lagi. kecewa berat deh. alias nggak dong dengan pementasannnya. tanpa dialog, apa lagi diskusi. pemainnya tuggal. ku bilang ke seorang teman , " Mungkin kita memang bodoh soal seni" . Huah... tapi waktu kita pulang, eh, ada mbak2 yang nawarin jadwal si pemain theter lagi promosikan pementasan gratis untuk 10 pendaftar pertama. we e e... yo wes. tulis aja nama and cp. toh nggak usah harus susah payah lagi untuk cari jadwal and tempat pementasan seperti malam tadi. tapi memang ada satu catatan. mungkin aku akan susah memaknai pementasan tanpa dialog. huh. ironis. TUBUH SEPATU EL CONY. apa hubungannya kebaya dengan bendera Amerika, laki2 pakai sepatu ballet. lantas, kenapa musti tubuhnya dicat putih. hoho.. pertanyaan yang kata moderator silahkan untuk dimaknai sendiri. setidaknya memang kecewa, lantara pementasan yang penuh kritik sosial terhadap agresi di Gaza belum bisa dimaknai secara utuh dan belum ditampilkan dengan apik. menurutku.. orang yang nggak tahu seni.haha.. kacian deh gw.
Yogyakarta, begitulah kota ini. memberikan banyak warna warni. hayo.. siapa yang belum kesini??
tetep aja susah. kebanyakan pementasan malam hari. sayang sekali...
coba aku tulis sebuah syair lagi
(setelah beberapa menit berfikir..)
wah.. nggak bisa!!! nggak ada yang bisa ketulis niy. dududuh...
thanks kawan, telah mengajari bagaimana hidup
maaf, harus sekian kali ku baca untuk menemukan apa yang sedang berpose di kepalamu.
Saturday, February 7, 2009
menggapai-gapai
berlabuh di pantai lepas pulau
mendayuh di laut biru
menggapai gapai...
sudah terdengar riuh buihmu
diatara nyiur yang bisu
tanpa penghuni
cadikku...
di kelebatan bayang terciptakan oase sepandang mata
menari mengejek dan mencaci fatamorgana
kasihan....
bernyanyi...
bersama mimpi-mimpi
sepi
kemudian...
berlabuh di pantai lepas pulau
mendayuh di laut biru
menggapai gapai...
oh.. jauh nian
setiap dayung lepas satu nafasku
lepas satu jiwaku
menerjang ombak yang diam
menentang badai yang bisu
dan biru yang beku
oh... hantaran pulau nun jauh disana
pandanglah!
sudah ku dengar riuh buih pantaimu
diatara nyiur bisu
tanpa penghuni
sedang aku mematung
menggapai-gapai...
mendayuh di laut biru
menggapai gapai...
sudah terdengar riuh buihmu
diatara nyiur yang bisu
tanpa penghuni
cadikku...
di kelebatan bayang terciptakan oase sepandang mata
menari mengejek dan mencaci fatamorgana
kasihan....
bernyanyi...
bersama mimpi-mimpi
sepi
kemudian...
berlabuh di pantai lepas pulau
mendayuh di laut biru
menggapai gapai...
oh.. jauh nian
setiap dayung lepas satu nafasku
lepas satu jiwaku
menerjang ombak yang diam
menentang badai yang bisu
dan biru yang beku
oh... hantaran pulau nun jauh disana
pandanglah!
sudah ku dengar riuh buih pantaimu
diatara nyiur bisu
tanpa penghuni
sedang aku mematung
menggapai-gapai...
Wednesday, February 4, 2009
mengeja purnama
bulan setengah
merahnya terhalang awan hitam
yang berbaur dengan angin utara dan selatan
di musim penghujan
sendiri
tanpa bintang
sepi
biasa di kegerlapan kota-kota
bulan setengah
termaktub dalam kitab dengan bahasa yang cantik
menuju utuh
purnama
bulan setengah
sayang, bukan purnama
ah, hanya belum saja
bulan setengah
begitulah
tegar menanti masa
haribaannya memaknai semua jiwa
salah satu diantaranya yang menuliskan kisah tentangnya
sama malangnya
oh bulan setengah
malam ini masih adakah?
atau ku tunggu sampai purnama sajah
merahnya terhalang awan hitam
yang berbaur dengan angin utara dan selatan
di musim penghujan
sendiri
tanpa bintang
sepi
biasa di kegerlapan kota-kota
bulan setengah
termaktub dalam kitab dengan bahasa yang cantik
menuju utuh
purnama
bulan setengah
sayang, bukan purnama
ah, hanya belum saja
bulan setengah
begitulah
tegar menanti masa
haribaannya memaknai semua jiwa
salah satu diantaranya yang menuliskan kisah tentangnya
sama malangnya
oh bulan setengah
malam ini masih adakah?
atau ku tunggu sampai purnama sajah
Sunday, February 1, 2009
Ini salah! ( Thanks mas wahyu..)
Terimakasih ya Alloh.. telah menunjukkan betapa remuk diri ini. huuff.. tinggal sehari lagi. dan mulai hari ini, akan menyapa matahari lagi...
semalam baru saja bertemu dengan teman2 daerah yang kuliah di Jogja. wuih... keren banget. pentas seni secara selektif beberapa membuatku bangga sekaligus miris. ya Alloh.. segalanya memang tidak akan ada yang sia-sia. aku bertemu dengan seniorku yang kalau dulu aku mengenalnya, akan kupicingkan sebelah mataku. tapi ternyata setelah mengenal beliah lebih jauh semasa di Jogja. ternyata kami memiliki sifat yang hampir sama.. seru gitu ngobrolnya.
dan tadi malam aku baru mendapat satu kosa kata yang mungkin terkesan biasa dari beliau, tetapi bagiku ini luar biasa. "Ini salah!" Only that...
thanks mas wahyu... selalu bangga bertemu denganmu. juga adek2 kita. begitulah aku mencari energi, bertemu dengan mereka yang sesama perantauan di Jogja asal daerahku.
tari Sembah, puisi, theater yang... menjadi warna lain malam ini. untuk kaliah yang dari lampung timur. Great!!! u are different. kalian tahu kan kalau aku nggak betah duduk di tengah2 mereka dari awal acara. usai kalian tampil, aku begitu bangga... aku nggak salah datang malam ini.
cihuii... Great!!!
bersama malam
bercinta dengan bulan
cantik
begitu selalu yang ku cari
ternyata wajar, kalau dari kerjaanku selalu ngotak-ngatik perangkan sigma, integral, differensial dan masih terus begitu.. dan di perjalanan aku bertemu dengan orang yang membawaku untuk mengoptimalkan otak kananku.. ah,tepatnya aku menyebutnya mengajak untuk membaca alam. lantas.. puisi, theater, sastra... bener2 dech. entahlah. dulu nggak bakalan aku mau yang namanya baca novel, wuih.. sekarang? malah mau buat cerpen. terus Ima bilang.. " Ukhty.. buatlah novel yang akan membawamu ke GSP dulu.." Yux...
ayolah.. bagaimana kalau kita mulai lagi?? ok??
oya, aku punya cerita yang membuatku shck!
waktu semalam nonton pentas seni, ada salah seorang penonton yang nggak waras ku bilang. penampilannnya terbilang anak gadungan. rambut panjang tak terurus, orangnya tinggi, tapi ceking. pake anting2 di telinga, lidah, dagu. hoh.. nggak banget deh. poninya nutupin muka, terus nggak terurus gitu lah. dan tiap kali ada penampilan baru, dia akan teriak keras.. "Hu.... " sambil mengacung-ngacungkan jari jempol, telunjuk, dan kelingking. bersorak melengking.
aku yakin dengan suuzonku dia itu nge-drug. kalau orang normal nggak gitu.
dan sampai diluar, si Arsyad bialang... " itu yang bla bla bla... (menyebutkan orang tadi) ketua IKPM Lampung Tengah."
sial.
" sudah 4 tahun kepengurusan..."
huh....
hih... yang liat aja gimana gitu.
semalam baru saja bertemu dengan teman2 daerah yang kuliah di Jogja. wuih... keren banget. pentas seni secara selektif beberapa membuatku bangga sekaligus miris. ya Alloh.. segalanya memang tidak akan ada yang sia-sia. aku bertemu dengan seniorku yang kalau dulu aku mengenalnya, akan kupicingkan sebelah mataku. tapi ternyata setelah mengenal beliah lebih jauh semasa di Jogja. ternyata kami memiliki sifat yang hampir sama.. seru gitu ngobrolnya.
dan tadi malam aku baru mendapat satu kosa kata yang mungkin terkesan biasa dari beliau, tetapi bagiku ini luar biasa. "Ini salah!" Only that...
thanks mas wahyu... selalu bangga bertemu denganmu. juga adek2 kita. begitulah aku mencari energi, bertemu dengan mereka yang sesama perantauan di Jogja asal daerahku.
tari Sembah, puisi, theater yang... menjadi warna lain malam ini. untuk kaliah yang dari lampung timur. Great!!! u are different. kalian tahu kan kalau aku nggak betah duduk di tengah2 mereka dari awal acara. usai kalian tampil, aku begitu bangga... aku nggak salah datang malam ini.
cihuii... Great!!!
bersama malam
bercinta dengan bulan
cantik
begitu selalu yang ku cari
ternyata wajar, kalau dari kerjaanku selalu ngotak-ngatik perangkan sigma, integral, differensial dan masih terus begitu.. dan di perjalanan aku bertemu dengan orang yang membawaku untuk mengoptimalkan otak kananku.. ah,tepatnya aku menyebutnya mengajak untuk membaca alam. lantas.. puisi, theater, sastra... bener2 dech. entahlah. dulu nggak bakalan aku mau yang namanya baca novel, wuih.. sekarang? malah mau buat cerpen. terus Ima bilang.. " Ukhty.. buatlah novel yang akan membawamu ke GSP dulu.." Yux...
ayolah.. bagaimana kalau kita mulai lagi?? ok??
oya, aku punya cerita yang membuatku shck!
waktu semalam nonton pentas seni, ada salah seorang penonton yang nggak waras ku bilang. penampilannnya terbilang anak gadungan. rambut panjang tak terurus, orangnya tinggi, tapi ceking. pake anting2 di telinga, lidah, dagu. hoh.. nggak banget deh. poninya nutupin muka, terus nggak terurus gitu lah. dan tiap kali ada penampilan baru, dia akan teriak keras.. "Hu.... " sambil mengacung-ngacungkan jari jempol, telunjuk, dan kelingking. bersorak melengking.
aku yakin dengan suuzonku dia itu nge-drug. kalau orang normal nggak gitu.
dan sampai diluar, si Arsyad bialang... " itu yang bla bla bla... (menyebutkan orang tadi) ketua IKPM Lampung Tengah."
sial.
" sudah 4 tahun kepengurusan..."
huh....
hih... yang liat aja gimana gitu.
Subscribe to:
Comments (Atom)