Monday, February 23, 2009

puisi seorang kawan

hanes of attien...

Malam yang Sedikit

embun belum selesai menetes pada daun
mentari masih lelap jauh di seberang
terlalu pagi untuk memulangkan kesadaran
rindu masih sangat dingin untuk disampaikan
maka kutumpuk ia bersama lelah yang tak sudah-sudah
kusandingkan bersama luka-luka yang payah

tapi hendak kapan lagi?
siang kemarin terlalu garang
bahkan terlalu berisik untuk mendengar siul berdendang
juga kemarin kemarinnya
dan kemarin kemarinkemarinnya
mungkin juga setelah ini dan setelahnya

waktu burung-burung terbang pulang
nyeri mulai berani mencium tulang
bertambah berani menjelang petang
hingga akhirnya semua sendi
berujar mereka ingin mati
begitulah hari kemarin
juga kemarin kemarinnya
dan kemarin kemarinkemarinnya
mungkin juga setelah ini dan setelahnya

maka tinggallah ini yang disisakan
malam yang sedikit
kurang separuh atau lebih sedikit
maka
kesadaran dipaksa pulang lebih dulu
rindu mulai dihangat-hangatkan
dingin dan nyeri yang tidur pulas di punggung
harus dikalahkan
seperti beradu, siapa yang jaga lebih dulu?

dapati malam-malamku jatuh
yakinkan diriku simpuh
pada sujud-sujudku yang rapuh
luruh penghambaan
genap kenistaan


puisi ini gubahan seorang Angga Aditya. salah seorang yang saya kagumi.

kunjungi blognya. ada oase yang dapat kita temukan

No comments:

Post a Comment