Saturday, February 7, 2009

menggapai-gapai

berlabuh di pantai lepas pulau
mendayuh di laut biru
menggapai gapai...

sudah terdengar riuh buihmu
diatara nyiur yang bisu
tanpa penghuni

cadikku...
di kelebatan bayang terciptakan oase sepandang mata
menari mengejek dan mencaci fatamorgana
kasihan....

bernyanyi...
bersama mimpi-mimpi
sepi

kemudian...
berlabuh di pantai lepas pulau
mendayuh di laut biru
menggapai gapai...

oh.. jauh nian
setiap dayung lepas satu nafasku
lepas satu jiwaku

menerjang ombak yang diam
menentang badai yang bisu
dan biru yang beku

oh... hantaran pulau nun jauh disana
pandanglah!
sudah ku dengar riuh buih pantaimu
diatara nyiur bisu
tanpa penghuni

sedang aku mematung
menggapai-gapai...

3 comments:

  1. kata-kata yang dalam, seakan lemah lunglai namun memiliki semangat, semoga kerinduanmu dan keinginan akan suasana yang lain segera terobati...

    ReplyDelete
  2. hm.. justru kadang aku lelah memasuki suasana lain itu yang hanya berkubang di kepalaku. nuhun ya

    ReplyDelete
  3. di antara nyiur bisu sunyi
    kutemukan sepotong hati suci
    hati itu adalah milikmu wahai peri pemilik blog ini.

    hallaah...gak sambung ya?
    tapi membaca puisimu bagai mendengar nyanyian peri. Merdu mendayu lembut.

    ReplyDelete