berlabuh di pantai lepas pulau
mendayuh di laut biru
menggapai gapai...
sudah terdengar riuh buihmu
diatara nyiur yang bisu
tanpa penghuni
cadikku...
di kelebatan bayang terciptakan oase sepandang mata
menari mengejek dan mencaci fatamorgana
kasihan....
bernyanyi...
bersama mimpi-mimpi
sepi
kemudian...
berlabuh di pantai lepas pulau
mendayuh di laut biru
menggapai gapai...
oh.. jauh nian
setiap dayung lepas satu nafasku
lepas satu jiwaku
menerjang ombak yang diam
menentang badai yang bisu
dan biru yang beku
oh... hantaran pulau nun jauh disana
pandanglah!
sudah ku dengar riuh buih pantaimu
diatara nyiur bisu
tanpa penghuni
sedang aku mematung
menggapai-gapai...
kata-kata yang dalam, seakan lemah lunglai namun memiliki semangat, semoga kerinduanmu dan keinginan akan suasana yang lain segera terobati...
ReplyDeletehm.. justru kadang aku lelah memasuki suasana lain itu yang hanya berkubang di kepalaku. nuhun ya
ReplyDeletedi antara nyiur bisu sunyi
ReplyDeletekutemukan sepotong hati suci
hati itu adalah milikmu wahai peri pemilik blog ini.
hallaah...gak sambung ya?
tapi membaca puisimu bagai mendengar nyanyian peri. Merdu mendayu lembut.