Tuesday, June 30, 2009

guru

hands of attien...

wajahnya teduh dengan segala bentuk dedikasi
assessor sang guru

ah..
andaikan aku bisa begitu

bolehkah aku bicara?

persamaan yang manakah yang menyatakan bahwa kami adalah produk pasaran
ketika pendidikan menjadi lahan ekonomi
ketika matematika tak lagi mendapati nilai optimum keuntungan
para calon akuntan yang selalu menghitung hutang
dan sastrawan yang tertawan

bolehkah lagi aku bicara?

tentang tetanggaku yang mengaggur selepas SMA
katanya, " ah, biar aku jadi TKI saja"
kemudian adiknya bilang, " aku ikut ya kak..?"

lagi ya aku bicara...

bagaimana membuat garis lurus antara pangan dalam negeri yang berbanding lurus dengan jumlah sarjana
para diploma pun gigit jari
sedang master dan doktor terlalu jauh untuk kami lampaui

pak guru...
jangan sendu
aku tahu
pun begitu
kau adalah buruh
meski sepuh
pengorbananmu seluruh

meski tameng pendidikan negerimu cemburu di hantar partai-partai peserta pemilu
lalu kau semakin sendu
murid-muridku pasti 'kan tersedu-sedu

Monday, June 29, 2009

bocah

hands of attien...

sambil berlari
anak itu berceloteh tentang ibunya yang garang
yang membuatkanya gamang masa depan

siang jadi abu
abu di tebar jadi debu
debu-debu yang melekat pada pipi-pipi penunggang kuda bermesin dikota
anak itu masih saja
berlari dan berkejaran dengan debu yang abu-abu

nafasnya tidak teratur bersama denyut jantungnya
menggantung di dada yang tak kan pernah busung
dibalap perutnya yang busung

masih berlari
ia mengumpat sejadi-jadi bapaknya
yang tak pernah ia tahu
-siapa kamu-

-cih!!-
masih berlari ia meludah kekiri
lalu berceloteh dan mengumpat lagi
pada pengguna jalan raya
pada pengguna trotoar kota
pada pengemudi mobil-mobil mengkilap

sedang ia tidak pernah kelelahan
dan ia masih terus berceloteh dan mengumpat
kapan aku menjadi manusia jagad
berdasi dan main loby bersama pejabat

Saturday, June 27, 2009

cemburu

hands of attien...

sajak-sajak
menari-nari
di tuts tuts keyboardku
yang cemburu pada Chairil Anwar

ah
malu
baru bisa bicara tentang aku

sajak-sajak
bersolek
di layar monitorku
yang cemburu
pada Sutarji Calzoum Bahri

ah
ada saja
kesederhanaan yang kaya membahana

sajak-sajak
berpose
di buku-buku lusuhku
yang cemburu
pada Taufik Ismail

ah
yang benar saja
ia menyajikan layar patah-patah dalam 26 abjad
kilas sejarah yang dimusiumkan oleh kekacauan

sajak-sajak
menyanyi
aduhai...
klip klip ditiap sisi jalan dan kota-kota menjadi keangkuhan di sombongnya dunia
yang cemburu
pada tiap lirik Supaji Djoko Damono

huh!
peluh sudah aku
lelah sangat
telah mengembara
segala tentang mereka

yang ada
cemburu sajakku
menari dan bernyanyi sendiri
dalam gelap dan sunyi
mati!

Monday, June 22, 2009

kamu

hands of attien...

menemukanmu
selarik do'a-do'a ku lantunkan untuk meneguhkan sujud dan syukur
menjelang fajar di pertiga malam yang semakin kukuh

lalu panji-panji hati dikibarkan
bahwa kita telah memenangkan cinta di medan tanpa logika ini

denganmu
teduhnya jiwa tak kan kugadaikan dengan apapun
satu asa yang menjelma bersama satuan diorama sajak-sajak rindu
yang hanya bertemu dalam frekuensi dan amplitudo gelombang udara

setidaknya
kini ada
dihatiku
untuk bahagia bersama
dan terus cinta

re-soneta

hands of attien...

untuk raga;

sungguhkah bilah jiddal tempo hari membekas luka?
yang mana?

aku melihatmu mengayuh mimpi yang warna-warninya bukan milikmu
aku melihatmu merajuk pelangi dan bintang yang tak kan pernah jadi satu
aku melihatmu mencatat sejarah yang itu sebenarnya bukan milikmu
aku melihatmu terkapar di hamparan taman terindah yang aku tahu

lalu keesokannya kau menjadi jagoan di galeri yang kau ciptakan sendiri
sepertinya lukamu adalah sayatan dari bilah pedang yang kau keluarkan lalu kau tancapkan sendiri karena kau memilih untuk demikian dari pada berpose luka dipentas yang aku adalah penggemar setia
penggemar yang selalu bertepuk tangan dan bahagia

sedang aku kini akan terus menunggu pentas selanjutnya
yang kiranya akan terus berjaya
menunggu episode mana lagi yang akan kau tampilkan dengan penuh rasa
wahai jiwa yang utuh...

Saturday, June 20, 2009

hands of attien...

malam dan malam terus menghantui dalam hitam
burung gagak, bulan, bintang
mengejekku dikesendirian yang bahagia

aih...
aku malu
pada rindu yang aku takut jadi abu
bermain2 rasa yang coba ku sembunyikan dalam kalbu

ah kamu,
geliat yang diam-diam ini lama2 jadi hantu
lalu aku pura-pura dungu
tapi tetap saja aku rindu

Wednesday, June 17, 2009

melati

hands of attien...

melati
wangi suci
entah
sejak itu
aku menjadi kukuh

menjadikanku takut untuk berhutang udara di tiap detik
berhutang cinta setiap hari
berhutang rindu ditiap inci hati

oh, ku pecah tabungan rasa
lalu kukumpulkan dan ku beli segenggam bara
ku bungkus dengan kado terindah
padahal entah kapan kau pulang

jam dinding masih terus mengejek kita
ah, biarkan apa maunya
karena kita telah bersekutu dengan matahari dan bulan

lalu aku masih bertanya
kapan?
kau bawakan lagi untukku melati

Tuesday, June 16, 2009

panggung

aku tidak ingin terpasung angkuh
memasang topeng dalam drama
menari-nari diatas panggung tanpa irama

aduhai
senar gitar, senar biola bungkam
dalam sepi aku terus berdendang
didepan kesunyian

lalu hitam datang
mengelabui panggung dengan tirai yang semakin sendu
sedang aku masih dengan topengku
dalam drama ku yang dungu

Monday, June 15, 2009

hands of attien...

lama-lama bumi jadi berisik
lebih seru bersembunyi dibalik sendu
ah, tidak
rupanya sedikit demi sedikit harus terkikis meski semu

kenalkan aku pada malu
karena ilalang-ilalang yang terhampar lembut itu enggan beranjak
setia bersama para pujangga cinta
mendamaikan antara rindu dan sayang

kemudian nanti kau akan bawakan aku bunga
dari taman yang belum lama kau semai
dari hatimu yang subur

Wednesday, June 10, 2009

flash

hands of attien...

menghidupkan kembali nafas di kota jogja. menjadi segala keajaiban waktu dimana doa-doa yang selama ini dipanjatkann Alloh memberikannya dengan cara dan skenarionya yang begitu cantik. ada goresan luka, ada air mata, ada tawa, ada kelakar, ada duka, ada cinta, ada benci. sesekali perenungan seutuhnya ibarat flash dimensi waktu yang cepatnya mengalahkan boeing terhebat.

selanjutnya, menantang garis keras yang selama ini menjadi jeruji-jeruji kerdil. dulu ibarat baja yang tak tertembus putus asa. Alloh ya kariim... mungkin beginilah Alloh memberikan caranya untukku sekedar berhenti mengelabui diri.

waktu sekarang berpacu lagi. dekapannya lepas dan aku telah ditertawakan jarak. di pantai air-air biru itu masih mengikis pantai. tak jemu. di langit, masih lah biru sesekali waktu yang kini tergerai mendung..

penuh sabar dan kesyukuran. dua cahaya yang menari diubun-ubunku itu tidak akan pernah ku lepas. karena bahagia dan menderita maka kitalah sutradaranya. meski air mata yang selama ini menjadi tirai. namun ternyata,, dengan itulah rukuk dan sujud ini semakin kukuh.

Sunday, June 7, 2009

hands of attien...

mendekapnya
menjadi lepas segala lelah
denganmu aku mecicipi cinta
bersama alam

aduhai
lambai-lambai rindu terus mengejek kita
diperbatasan kota
yang jauh
diteropong dimensi

kemudian riak-riak gelombang biru itu berkibar-kibar lagi dalam ingatan
yang katamu berkejaran dengan waktu

dan kini kita mengiringi mimpi
dengan mengibarkan segala panji-panji
mungkin disini
sementara hatiku berlabuh
masih menunggumu
menantang waktu