hands of attien...
sambil berlari
anak itu berceloteh tentang ibunya yang garang
yang membuatkanya gamang masa depan
siang jadi abu
abu di tebar jadi debu
debu-debu yang melekat pada pipi-pipi penunggang kuda bermesin dikota
anak itu masih saja
berlari dan berkejaran dengan debu yang abu-abu
nafasnya tidak teratur bersama denyut jantungnya
menggantung di dada yang tak kan pernah busung
dibalap perutnya yang busung
masih berlari
ia mengumpat sejadi-jadi bapaknya
yang tak pernah ia tahu
-siapa kamu-
-cih!!-
masih berlari ia meludah kekiri
lalu berceloteh dan mengumpat lagi
pada pengguna jalan raya
pada pengguna trotoar kota
pada pengemudi mobil-mobil mengkilap
sedang ia tidak pernah kelelahan
dan ia masih terus berceloteh dan mengumpat
kapan aku menjadi manusia jagad
berdasi dan main loby bersama pejabat
kasihan ya mbak.. he he
ReplyDeleteehm... dalemnya
ReplyDelete