hands of attien...
menghidupkan kembali nafas di kota jogja. menjadi segala keajaiban waktu dimana doa-doa yang selama ini dipanjatkann Alloh memberikannya dengan cara dan skenarionya yang begitu cantik. ada goresan luka, ada air mata, ada tawa, ada kelakar, ada duka, ada cinta, ada benci. sesekali perenungan seutuhnya ibarat flash dimensi waktu yang cepatnya mengalahkan boeing terhebat.
selanjutnya, menantang garis keras yang selama ini menjadi jeruji-jeruji kerdil. dulu ibarat baja yang tak tertembus putus asa. Alloh ya kariim... mungkin beginilah Alloh memberikan caranya untukku sekedar berhenti mengelabui diri.
waktu sekarang berpacu lagi. dekapannya lepas dan aku telah ditertawakan jarak. di pantai air-air biru itu masih mengikis pantai. tak jemu. di langit, masih lah biru sesekali waktu yang kini tergerai mendung..
penuh sabar dan kesyukuran. dua cahaya yang menari diubun-ubunku itu tidak akan pernah ku lepas. karena bahagia dan menderita maka kitalah sutradaranya. meski air mata yang selama ini menjadi tirai. namun ternyata,, dengan itulah rukuk dan sujud ini semakin kukuh.
dari Dialah kita ada, dan jangan dilupakan hanya karena masalah yang menimpa...
ReplyDeletepastikan saja selalu bersujud pada-NYA
ReplyDeleteUdah rindu kah Mi dengannya? Cie...
ReplyDeleteWalau Jarak mentertawakan kita.
ReplyDeleteMeski Sang Waktu berlarian menjauhi kita.
Namun Cinta itu tetap ada.
Bukankah Cinta hanya akan menemukan makna
Ketika Rindu sudah mulai memetik dawainya?
Sudahlah Dinda...!
Biarlah Merpati Takdir kepakkan sayapnya.
Relakan Gerimis Cinta kembali ke Samudra.
Karena Dia Sang Maha Segala
Tahu yang terbaik untuk kita.
Tersenyumlah...!
Ukir pelangi di sudut lengkung indah bibirmu.
Insya Allah ..,
Akan kau temukan Rembulan di mata anak laki laki langit itu.
ah, kau bicara tentang laki-laki langit itu?
ReplyDeleteselalu ada rembulan disana. kelak
ketika semua amanahnya telah tuntas
dan akan berjaya segala jiwa raga
lepaslah segala lelahnya
laki-laki langit yang aku selalu rindu padanya