hans of attien...
pada bukit lumpuh, kuda-kuda berlari dan bunuh diri, menyisakan pijaknya yang tandus, mematikan rerumputan getir. ke arah istana, di sana, tempat seribu macam taman yang pernah tumbuh, tempat seribu kapal karam yang satu tubuh. Hari lain sebelum badai reda, kosongkan saja matamu dari pepohonan yang berbaring, kering, tak hendak mengerling. kupu-kupu buta di dahannya, menjerit-jerit, separuh sayapnya menyatu dengan tapak kuda yang masih betah, lengket di atas tanah. alangkah seminya musim, alangkah gugurnya angin. debu yang merangkai sendiri arah hembusnya, membawa kelopak terakhir, yang merancang kiamat bagi rentetan kemarau di tepi danau. jeritanmu telah melobangi awan, desahanmu mencakar-cakar hujan. tak jadi, tak jadi haru lah pertemuan demi pertemuan. bukit semakin rapuh, kerikilnya melepuh, lusuh.
seorang pengembara tiba dan duduk di sebuah batu besar, mendengarkan kicau yang sayup-sayup, melemparkan tangannya ke udara, selamat tinggal, katanya padamu. sungguh di mana dirimu yang seharusnya lapuk ditekuk batu. kau tak ada di sungai, kau tak ada di ngarai. kau terlalu gemulai untuk tunduk kepada badai, kepada ramai yang telah hampa dan masai, itu dia si tua bangka, ucapmu pada pohon ara, di sebelahnya teratai luka. di bibirmu seribu satu ucapan yang menyihir lembut. di wajahmu berteduh segala bentuk lelembut. kupu-kupu, tikus, tanah, bangkai, kuda, hujan hutan, bukit yang masam, merayap hitam. Kau kah yang menciptakan kekacauan itu, kau kah yang gagal mendirikan hijau di bangkai arus selatan?
bukit-bukit mulai rebah, tak ada rumah, tak ada petuah, tak ada rempah yang ramah, kecuali sobekan sayap dan potongan kaki, ada yang berserakan, ditelan bibir sungai, ada yang hening merayap di bahumu, bahumu belukar yang tak lagi tumbuh, terlalu tua. sungguh tua. ayunkan saja ranting yang terakhir itu. Seorang pengembara telah berlalu, tak menyisakan alamat, tak jua berbalut kalimat serupa ayat. sebab hanya kau yang bersikeras menjadikan bukit itu sebagai hayat, hingga kau akan tinggal di atasnya sebagai satu-satunya mayat.
sungging raga(2010)
No comments:
Post a Comment