hands of attien...
air mataku belum selesai bicara
hingga satu purnama telah tertahan dalam bantahan logika
rasa dan karsanya semakin haru
menembus malam di kesendirian
pelita dicari
dalam remang-remang
dalam segala keraguan
hulunya telah kering
telah habis bersama waktu
telah membatu bersama jiwa-jiwa yang beku
tergugu
aku lihat aku disana
di kengerian yang gelap
yang hitam
dengan pelitaku yang secuil
nampak seperti berlian yang berpendar
ku berharap perihku lirih
tawar bersama air yang deras
ikut mengalir ke muara-muara samudra kebebasan
larut bersama biru
riang bermain bersama riak-riak ditepian
padahal aku hanya lupa
kekasihku tidak disini
No comments:
Post a Comment