Thursday, November 20, 2008

mendung

mendung
mengejawantahkan kotaku
yang biasa marah dengan segala terik
polusi, matahari, orang gila dan anak-anak jalanan

mendung
sore ini memang begitu
selalu
pada tiap perpisahan waktu

mendung
menunggu guntur
yang membakar jiwa-jiwa penakut
agar terbuka hatinya melihat manusia-manusia tersandung

oh mendung
mengapa harus setiap hari
namun biarlah begitu
biar cepat hujan
biar cepat bersih kotaku

ah mendung
biar begitu
bertambah gelapmu
bertambah suram kotaku

yogyakarta, 20 november 2008

2 comments:

  1. mendung.....
    ustadzku tercinta.....
    mendung.....

    sepanjang jalan hanya abu-abu
    batik abu-abu
    jalan berdebu abu-abu
    mawar abu-abu
    melati abu-abu
    mata abu-abu
    langit abu-abu
    dadaku abu-abu

    tawaku abu-abu
    lalu dimana aku????

    ReplyDelete
  2. Jika langit mendung, mungkin akan turun hujan. Maka, kita pun bisa meminta padaNya untuk menunjukkan indahnya warna pelangi

    ReplyDelete