Tuesday, February 24, 2009

ah, cahaya...

serangan baru lagi.
aku hanya merasa aneh begitu saja hari2 ini. dibarengi dengan kakak dan adekku yang jadi aneh tiba2. seakan-akan doa saudariku ditanah Haram terkabulkan cuma-cuma. Ya Alloh... alangkah nikmat nafas yang berhembus dengan iman ini..
jazakillah ukhti...

"maka bashiroh orang-orang yang soleh adalah sebuah penglihatan yang baik"

dan terus saja kabar itu datang satu persatu, membuatku menjadi kerdil seperti kerikil yang tak sanggup untuk terus berada di tepian. usai itu mengharap badai datang dan melantingkan badanku biar remuk bersama pasir atau debu sekalipun. hanya saja mungkin aku memilih untuk berada di tepian pasir putih. bukan parangtritis atau depok, yah. di pulau ku sana. masih bayak nyiur, masih putih pasirnya, masih tenang birunya, masih kokoh pulaunya, masih tegar orangnya, masih indah cakrawalanya, masih cantik semua warna disana. meski harus terpelanting menyebrangi selat sunda. jauhnya...

hendaklah bersabar dengan segala tsabat. lagi lagi dan lagi. apa yang menjadi kekuatan ku ada do'a do'a dan do'a. aku belajar untuk membuka lagi kalam tertinggi, inspirasi yang cantik dalam terminal kecil kehidupan.

maka aku hanya mampu meminta, meminta dan meminta. dari sederetan doa adalah memohon yang terbaik, terbaik dan terbaik. dan dari segala perbaikan yang mampu ku lakukan hanyalah bersyukur, bersyukur dan bersyukur. dan dengan segala nafas yang ku hirup adalah kehidupan, kehidupan dan kehidupan. sedang tiap malam aku hanya mampu bermimpi , bermimpi dan bermimpi. meski esok mati.

menyibak hari dengan segala warna. ah... sangat tampak klo aku cukup lelah dengan diri sendiri. kasiah deh.

setiap hari menuntut untuk berkaca pada cermin yang lebih bening. kisah orang-orang yang membuatku tehenyak tak juga memberikan terbiyah yang signifikan sebagai pembanding. hanya saja Alloh tak kalah cara untuk memberikan ini langsung padaku.

baik dia si khadimat mulia, si perantau sejati, si dia yang berada antara sejengkal dengan kamatian, si dia yang susah payah mencari cahaya, si dia young leader. membuatku gugup memandang keajaiban-kejaiban cinta.

aku bersyukur kakakku yang semakin hebat disana, adikku yang terus kekanak-kanakan, juga mujahidku di tepian barat pulau jawa yang masih terus berdamai dengan mimpi. bapak ibu yang tak lekang dikejar zaman. rambut mereka yang memutih mungkin semakin seru untuk dibicarakan. aduhai... betapa rindu, rindu dan rindu diri ini.

dua kisah yang menurutku adalah sebuah keajaiban, bertautan menjadi mozaik yang sedap untuk ditelaah. setidaknya mampu membuat jiwa ini untuk mensucikan segala jasad, otak dan ruh yang baru mentas dari comberan.

pilihan-pilihan yang menggetarkan. juga keputusan-keputusan yang mendebarkan. juga kenyataan yang menakjubkan. luar biasa. segala namaMu ku sebut. ya Kariim...

akhirnya kuputuskan untuk tidak peduli lagi pada diri sendiri. biarlah sesuai dengan segala skenario yang tertuliskan. meski aku tidak mau hanya sekedar menjadi air yang mengalir.

apapun itu, maka jiwa ini akan terus terpaut seperti "ikatan-ikatan unta". menjadi sunnatulloh disegala sisi kehidupan. akankah tetap ku ikatkan di pohon yang kokoh, atau ku lepas dan berpetualang lagi ke padang pasir.

ah, cahaya...

4 comments:

  1. semoga cahaya kebatilan senantiasa menyinarimu...

    ReplyDelete
  2. semangat menjalani hidup, kr mau tak mau harus dijalani ^ ^

    ReplyDelete
  3. semangat miu... smangat menjawab semua kerinduan itu... mas, adek, sabil, ibu dan bapak... serta cita dan cinta

    ReplyDelete
  4. do'anya kok jelek den?

    tomorrow will be better

    ReplyDelete