bib bib bib.. haha. macam senjata sincan ketika berubah menjadi pahlawan bertopeng. khayalan, puisi, kosa kata baru. mungkin ketiganya sangat menarik bagi penulis baru sepertiku.(Amie..). tapi tak henyak dari itu semua bahwa realitas lebih indah untuk ditulis dan dijabarkn sebagai sebuah pelajaran. aku mencoba untuk menyembunyikan apa yang berada di kepalaku dan sekaligus ada dihatiku dengan berdalih bahwa " adakah yang lebih bermanfaat dari sekedar mengungkapkan itu ?" hoalah.... kasian deh gw.
bernostalgia dengan zaman keemasan (baca zaman SMA). zaman dimana menjadi kebanggaanku ketika aku bisa melakukan banyak hal semauku. tidak terlalu bingung dengan apa yang orang fikirkan tentang ku. sehingga ingin rasanya masa lalu itu ku jemput kembali dan ku kenakan untuk hidup di masa sekarang. well, bukankah yang seperti ini orang sakit??? haha
hm.. fikiran ini timbul ketika ku dihubungi oleh seorang teman SMA yang sudah lama tak jumpa. suaranya pun aku tak tahu macam mana. tapi ketika dia menghubungiku di telp, masya Alloh...
kami sepakat masa itu adalah masa terkonyol dalam hidup kami. julukanku kala itu membuatku miris, tapi aku sangat bangga dengan teman2ku itu.
telmi, " Udah, kerjain aja matematikanya", or... " telat mi ketawanya", atau namaku diganti miu karena ada lambang "u" dalam persamaan fisika. hoalah...
jogja memang menawarkan banyak hal. dan aku telah banyak belajar di kota ini. meski juga nggak kelar2 skripsinya. mual2 dengan cacing2 yang berpose di buku utama juga buku2 latihan, dan hal2 lain menawarkanku sesuatu yang cantik dan pantas untuk ditantang. haha... kasihan deh.
dan dibalik itu semua. aku sangat merasa bahagia menjadi dirku yang sekarang. seorang guru mengatakan, " ketahuilah tentang Tuhanmu dengan mengetahui apa yang Tuhan inginkan darimu dengan tolabul 'ilmi". hm.. kesungguhan yang belum terpatri, cita-cita yang belum ku merdekakan karena selalu terjerat keinginan2 semu.
marhalah2 selanjutnya harus dicapai. karena waktu akan terus berputar. tanpa istirahat.
kadang aku benci terlalu melankolis, dan sering muntah dengan puisi2 cengengku. hih! egois se-egois egoisnya. " ada tidak yang lebih bermanfaat dari itu untuk orang lain?". pertanyaan ini akan selalu menghantuiku, karena aku terlalu benci pada orang2 egois.
kehabisan kata.
ReplyDeleteomr
janganlah terlalu membenci diri atau orang lain, bersikap wajar dan terbuka untuk mencintai orang lain adalah sebuah pintu untuk membukakan energi yang lebih besar...
ReplyDeletekarena benci itu tidak hemat energi... hahahaha...