hihi.. aku punya cerita seru. benar2 nasrulloh.. berhasil lolos dari kejaran polisi.. nggak sih.
cuma kena semprit donag. tapi ya gimana, tanpa STNK (lagi di kirim ke ruman) dan juga SIM. yo wes, mendingan jalan myuter.
masya Alloh.. jadi teringat dengna bapak polisi yang pernah menolongku
" mbaknya ustadzah?"
bingung...
" Bukan pak. Santri"
"kuliah dimana?"
sok cuek dengan sibu kmenulis berita acara
" UGM"
" oo.. jawabnya datar."
bingung, sekaligus tak sabar.
" Nih... " Ia berikan kembali STNK motorku.
" Makasih pak, berapa?"
tanyaku pura2 nggak tahu.
" udah. nggak usah aja."
what!!! shock. padahal, aku sudah mengumpat semauku.
nggak akan pernah ikhlas memberikan uang begitu besar pada polisi2 banyak kerjaan itu.
lebih bingung.
" makasih pak.. "
" Ya"
" eh mbak. plangnya di pasang ya"
hehe... maaf pak.. (ujarku dalam hati)
usai itu berderai air mataku.. masya Alloh.. banyak mereka yang masih baik.
tapi yang jelas, aku tidak pernah ikhlas dengan denda2 itu. makanya aku kabur. cia.... !!!
inget bikin SIM yak, ga mahal mahal bgt, paling setara dengan sepuluh kali tilang wkwkkw
ReplyDeletebayangkan ada polisi yang pernah bersorak gara-gara nangkep aku yang lampu seeinnya baru pecah...
ReplyDeleteya ampun... 20 rebu deh...
kok nggak pernah di kasih judul to mbak atien...
ReplyDeletejadi kangen sama mas Eko yang di Poldametrojaya.... ha ha ha... Allah menyelamatkanku melalui beliau... polisi yang satu ini ngasih uang 50 Rb buat pulang ke Jogja... ada juga polisi yang bener.
ReplyDeleteOmr
Miu..
ReplyDeleteWah, klo cerita ditilang, udah berapa kali ya?
Di Malioboro
Pertama kalinya. Berdua sama Mba nuri. Cari hadiah utk walimahannya Mba puji. Masih baru banget pengalaman 'turun' ke jalan, ketika itu.. Melewati jalan malioboro dan tiba-tiba mba Nuri bicara, "Va, udah kelewatan tuh tokonya". Ku pikir, bisa muter balik (ops! bener-bener nggak tau klo tyt itu satu jalur). Dan tiba-tiba.. PRIT!
Cuek ajah! alias nggak ngerasa klo dirinya di-PRIT-in sama polisi. sampe 3 kali PRIT! barulah aku sadar dan menoleh ke arah polisi di sebelah kiri jalan. (Sampe sekarang masih inget banget dmn posisi kami ditilang)...
Meminggirkan Hotaru dan mikir "kenapa di PRIT-in ya?"
"Siang mbak", kata pak polisi.
"Siang Pak", jawabku.
"Coba saya liat STNK sama SIM-nya", ujar beliau.
-Duh...SIM belum punya!-
"STNK nya ini pak. SIM-nya nggak bawa" (ya iyalah.. punya aja belum, gimana mau bawa SIM? - ceritanya ini defense! dasar Rasionalisasi), jawabku.
"Hm..wah, berarti mbaknya melakukan 2 kesalahan nih", jelas beliau.
"Apa aja Pak?", tanyaku bingung.
"Pertama- melanggar marka jalan. Kedua nggak bawa SIM", terang polisi itu.
Ngelanggar marka jalan? emangnya nggak boleh muter balik ya?- batinku.
"Ituloh mba tandanya. Kan nggak boleh muter balik. Jadi, ini tuh jalan satu arah", kata beliau.
Aduh.. Ketauan banget jarang merhatiin marka jalan. Dan akhirnya -tetep aja- diminta denda. Dua kali kesalahan, pastinya. Langgar marka jalan 15rb dan nggak bawa SIM 20rb (seingetku bgtu).
"Ya ampun..mahal banget pak", protesku.
"Yah, mbaknya juga sih melakukan 2 kesalahan", ujar beliau.
"Hm..15rb aja gmn Pak?", tawarku(Ye..penjahat lalu lintas nih).
"ya udah, 20rb aja. Harusnya kan 35rb, tapi sebenernya sih ini kebijakan petugas yang jaga aja. Jadi, mbaknya kena denda 20rb aja", keta beliau.
-Tetep aja mahal!-
Secara, uangku direncanakan buat patungan beli hadiah walimahan..
Tapi ya..akhirnya harus menyerahkan uang itu 20rb ke tangan beliau. Karena aku memutuskan utk membayar saat itu juga, daripada STNK ku ditahan.
dan, dalam pelobian denda itu, kami malah mengobrol..
"mbaknya UGM ya?"
"sekarang UGM mahal ya mba?! Nggak kayak dulu. Berapa tuh mba uang gedugnya?"
"Anaknya temen saya (klo ga salah, anak beliau masih kecil deh, jadi yang kuinget adalah anak yg diceritakannya itu anak temennya), kemarin juga diterima di UGM, tapi mahal banget uang masuknya"
dll...
Yah, pengalaman. Dan ternyata memang asik mengobrol dengan orang yang baru kita kenal.
eh, afwan miu, panjang banget ya?
hehe. iya mochi. wah, tapi sering malenya e. total di Yogja di tilang 3 kali. beuh.... 60 rb infak buat pak polisi.
ReplyDelete"knp mesti 20rb pak?"
" Yah.. undang2nya begitu."
hikshiks.. someday...
yux nif kita but.
iya mar, banyak polisi baik. temen2 SMA ku banyak yang jadi polisi dan tentara, terutama alumni paskibraka. untung aku nggak. ngebayangin si Attien jadi polwan. hahaha..
iya nih dEN, baru di edit pengaturannya. nuhun di ingetin.