hans of attien...
malam rebah di kemuning mimpi
bercampur gelap
kisah sehari yang bejibun mimpi
tiada secuil upil yang berbanding mati
lalu menganga kembali luka
pura-pura lupa pada segala warna
mengulum hati yang berkabut jingga
usai itu lelah, dan pergi musnah
sedang jam terus tertawa
mengejek jasad yang tak peduli pada dunia
terlalu enak dipannya yang menderik
sedang mimpinya diusir jangkik
malam rebah di kemuning mimpi
tiada warna lagi yang sudi
sedang jasad itu terus mendengkur
yang terus pura-pura lupa dengan alam kubur
ah, usahlah risau pada segala sandiwara
sedang fajar tidak pernah terlambat untuk dipeluk
pada tiap agenda matahari
bukalah jendela dunia yang gelap dikamar yang kau matikan lilinya
pandanglah bahwa udara terus berhembus
dan embun-embun masih setia
hiruplah sebanyak yang kamu mau
agar paru-paru kehidupan terisi kembali mimpi
meski jejak-jejak kafilah yang pernah mengajarkan perang
mengejek agenda harian orang-orang kerdil
lalu Tuhanmu telah membuka pintu
mengerahkan tentara bersayap yang siap bertugas
entah menjemput pemilik jasad, atau menebarkan rahmat
agak muter-muter dikit mbak attien
ReplyDeleteitu buat mau hidup atau mati seh..
[baru oon]
iya. aku cuma nulis apa yang ku mau. huks.. nuhun
ReplyDeletepuisi emang tidak untuk dinikmati orang lain. altar ego sang umi
ReplyDeletemalam rebah di kemuning mimpi
ReplyDeletebercampur gelap
kisah sehari yang bejibun mimpi
tiada secuil UPIL yang berbanding mati
ITS SO ANOYYING. cari kata lain yg lebih bersih, enak didengar, diraba
ho? gitu ya Ngga?
ReplyDeletemongo mas Moef. akhirnya mampir juga.
hmm.... miu...
ReplyDeleteknapa aku ga bisa ngasih koment , harus berulang2 gitu baru bisa.. greget jadinya
ReplyDeletemalam rebah di kemuning mimpi
ReplyDeletebercampur gelap
kisah sehari yang bejibun mimpi
tiada secuil UPIL yang berbanding mati
gmn klo diganti .... apa ya. apa dong?
bismillah klo mau kasih koment disini