Sunday, June 7, 2009

hands of attien...

mendekapnya
menjadi lepas segala lelah
denganmu aku mecicipi cinta
bersama alam

aduhai
lambai-lambai rindu terus mengejek kita
diperbatasan kota
yang jauh
diteropong dimensi

kemudian riak-riak gelombang biru itu berkibar-kibar lagi dalam ingatan
yang katamu berkejaran dengan waktu

dan kini kita mengiringi mimpi
dengan mengibarkan segala panji-panji
mungkin disini
sementara hatiku berlabuh
masih menunggumu
menantang waktu

2 comments:

  1. tak lari sang penantian menunggu, kan datang sebuah bulan nan cerah, bercahaya, cahaya dari penantian dan doa...

    ReplyDelete
  2. betapa bijaknya Tuhan
    dengan segenap rasa
    yang terlahir
    pada lingkup hidup
    kemudian
    menjalar
    menuju kematian

    pada selaksa rasa
    kita dapati
    bahwa takdir
    senantiasa
    mengalirkan air
    dalam sungai kehidupan
    dan tawarnya
    adalah penghapus dahaga

    semoga senantiasa
    ada lingkup rindang
    melingkupi kehidupan
    anti dan dia

    oemar timbul

    ReplyDelete