Tuesday, July 28, 2009

birumu, karangku

hands of attien...



satu-satu
dari sini
sisi tepianmu
ku hitung gelombang berapa buih yang sampai
sedang suaranya terus mengemuruh
tiada jenuh

menggulung berguling kemudian membuncah bertingkah

dari palung-palung
memburu
ukiran ayat yang medayu bersama merdu yang tiada sayu
dikejauhan
bersama biru
bersama haru
bersama lalu
bersama-sama waktu

ditepian aku
aku diceburui senja setiap sorenya
meski gemitangnya usai itu berbinar-binar tiap malam
hingga fajar
pastikan biru tetap membahana

lalu bergelayut lagi angin-angin
menerpa wajahku wajahmu
masuk ke paru-paruku paru-parumu
bangkitkan gelaknya seperti gelak riak-riak gelombang yang bergembira

kuhitung lagi satu-satu
barisan buih yang sejukkan mata didatarannya yang masih biru
terus bergemuruh
yang kuatnya tak juga tumbangkan karang ditepian
karangku yang kesepian
karangku yang sendirian
yang di cemburui senja yang warnanya berikanku kesunyian

No comments:

Post a Comment