hands of attien...
disimpang waktu
aku menunggu kereta kudaku
berpacu dengan purnama di malam yang sempurna
terpasung diam
bersama batu-batu
dilempari batu-batu
mengerling pada pedih yang semakin gerimis
aku, mengaku
kupasung janji
aku telah lupa
menggurat sederetan flash peristiwa bersama petir-petir takdir
lalu aku bermain cinta
sambil menggenggam bola-bole
berubah menjadi lampion-lampion yang dungu
sedang malam hitam semakin abu-abu
aduhai...
setidaknya matahari selalu setiap setiap cahayanya
sedang aku, setia pada kelamku
pada malam yang sudah jadi abu
No comments:
Post a Comment