CPU ku mati. tempo hari. tanpa sebab, tanpa ba bi bu. hu.... yah, isyarat harus menyegerakan skripsi. ayolah. sementara mungkin bisa bosen terus berada di kampus dan, stagnan!!! idih!
btw, for the IBF, hm... rancak bana. banyak buku yang ku lirik.. ding ding ding... ups! tahan. coz yang namnya benda satu ini memang g bisa ditahan. akhirnya aku pulang dengan membawa novel terjemahan jadul yang dapet penghargaan the best ... (apa ya. lupa). di stand yang obral 5 rb, 5 r5b... tapi itu novel harganya 20rb. hiks.. its ok. karena jadi teringat hari pertama dateng ke IBF habis duit banyak. hoho...
novel yang menarik menurutku. terjemahan dari true story war, peperangan di daerah eropa. hm... entahlah. lagi suka dengan karya2 sastra. tapi g tertarik juga dengan beberapa novel 'sajadah cinta', '.... cinta','cinta..... ' dan '.... cinta....'. yang covernya menampilkan satu mata, terus ada juga akhwat berjilbabnya. duh.. thanks ya.
ada satu lagi yang menarik. tapi aku g beli. "muslimah berkalung sorban". menarik dari poster yang dipampang. novel yang akan digarap filmnya oleh Bramantyo. tentang feminisme yang bangkit dari seorang santri di pesantren. hm.. but, setelah lihat cover novelnya, hanya ada gambar kuda dan seorang muslimah yang mengendalikannya. berwarna coklat.
PULANG
pulang-pulang bingung. duing duing... di hubungi temen DPM yang mau berangkan malam itu juga ke bandung. dan ternyata belum ada yang membelikan sovenir karena g jelas siapa yang ditugasin. hoho. wal hasil, sebagai pjs ketua keluar tanggung jawabnya. (gayanya!) . tapi pada saat itu udah menjelang magrib. minimal klo mau cari sovenir di malioboro. itu berarti 20 menit dari IBF dan setengah jam dari asrama. hoho. tidak mungkin
well. ketemu umi solihun (istri ustad asrama). bawa Ro'uf. jreng jreng.. beli buku juta. diulurkannya ke aku. then .. "jadikan satu aja um". ujar umi
lalu ku masukkan novel yang ku bawa ke plastik umi.
aku masih sibuk menghubungi orang2 KKN dimana beli wayang waktu ada acara besar di KKN. the answer on malioboro street. right. tidak diragukan.
next, ha?? emang aku yang mau kesana? dengan waktu magrib yang udah gelap? oh.. tidak!!! mb naning yang sedang bersamaku g akan ku biarkan pulang sendiri. meski beliau menawarkann naik bis trans.
" yux mb..". uajrku
" entar dek umi piye?". ungkapnya
" gpapa. gampang. tar keluar lagi aja". aku menjelaskan.
mb naning cuma tersenyum. ia tahu adek satu ini salah satu santri bandel di asrama. haha... ku laju si umair. meski dengan rantainya yang kendur. brem.... langit hanya menghitam. padahal aku berharap hujan besar. biar basah sekalian badan. ck ck ck...
nyampe parkir asrama, terdengan takbir lembut dari ruang sholat. tanda sholat magrib tengah dilaksanakan.
" dek.. tadi plastiknya mana?"> mb naning berujar lagi.
" ho!". shock. ku raba jaket. g mungkin lah ada. di motor? umair g ada gantolannya!
" duh!". masih shock.
" berarti dibawa umi solihun". mb naning mengingatkan.
huff.. aku masih ragu. tapi setelah mengingat-ingat dengan kejadian kacau sore tadi (masalah sovenir), ada benarnya. haha. sedahlah. ku pikir di ikhlaskan. lho! karena g mungkin balik lagi
PAGI HARI
"dek, bener kok dibawa umi solihun". mb naning memberi kabar baik
"alhamdulillah... g kemana". balasku
eh.. wait. berarti ustad tahu dong aku beli buku apa. tidak... !!!
semakin kental saja identitasku sebagai santri asrama ini... huff.
ah, tak apa juga lah. bukannya aku dah terbiasa cuek. biar orang tahu diriku begini.baiklah.. ikhlaskan saja. lho!
bakat jadi novelis
ReplyDelete..beneran
at Thirtany
huaaaahmmm..... baru pulang dari Jakarta.....masih ngantuk.....
ReplyDeletelho udah masuk pos a comment to....
he he sori sori.... nguantuk berat nich. tambah liat pengumuman beasiswa ternyata ga lolos... wuaaaaaaaaaaa............... Allah menentukan yang terbaik. ya.... jungkir balik.... waaaaaha ha ha ha ha
okey, koment:
1. mengucapkan selamat karena telah berhasil menikmati IBF, bayangpun. nunggu 1 tahun, eh kagak kebagian... he he
2. tulisan yang mengalir.
3. bela sungkawa.... atas meninggalnya Ultraman.
4. huaaahm.... zzzzzzzzzzzzzz......
yang bener fidz... kagi mulai dengan prosa yang agak lebih panjang. yah, blom lama memang ane sukai dunia yang satu ini. coz, idealime ane selama ini dengan novel fiktiv atau cerpen fiktif g suka. g real. tapi, setelah disadari klo sebuh cerit dengan rangkaian kata2 itu belum apa2 dibandingkan dengan kisah yang sesungguhnya, makanya ane tertarik dengan menulis kisah nyata. thanks...
ReplyDelete