bulan setengah
merahnya terhalang awan hitam
yang berbaur dengan angin utara dan selatan
di musim penghujan
sendiri
tanpa bintang
sepi
biasa di kegerlapan kota-kota
bulan setengah
termaktub dalam kitab dengan bahasa yang cantik
menuju utuh
purnama
bulan setengah
sayang, bukan purnama
ah, hanya belum saja
bulan setengah
begitulah
tegar menanti masa
haribaannya memaknai semua jiwa
salah satu diantaranya yang menuliskan kisah tentangnya
sama malangnya
oh bulan setengah
malam ini masih adakah?
atau ku tunggu sampai purnama sajah
Bulan setengah tapi saya tahu karyamu tidak pernah setengah-setengah. karyamu utuh dan saya suka dengan puisi ini.
ReplyDeletenuansanya indah, cuman kr sayanya sendiri memang ga begitu mahir mengartikannya, jadi nangkepnya juga setengah-setengah heheheh
ReplyDelete*nunggu penuh gitu?
Wah saya hanya bisa membaca tanpa mengelurkan suara apa apa..
ReplyDeleteSalam bagi pecinta senia puisi, saya ini sangat tidak bisa menilai karya sastra..Tapi saya sangat menikmatinya..
Salam...
digantungkan dalam purnama atau separuhnya
ReplyDeletesebab keduanya hanya hamburan sajah....
terhirup bersama wangi kopi pagi
yang akan menjulangkan mentari
lalu besok atau lusa
jadi purnama....
hebat, indah...
ReplyDeleteoh bulan memang tempat keindahan
saksi perilaku pada malam hari
bulan, siapakah sebenarnya engkau
kenapa aku terkagum, terpaku, bahagia
ketika menyapamu...
Miu, aku suka puisi-puisimu..
ReplyDelete[fans berat gtu deh]. Pa kabar ukht?
bulan setengah
ReplyDeletemasih begitu di sekian malam
mb Francis.. makasih dah sudi mampir. lagi belajar nulis mbak.
mocaha chi salam kenal
bocahbancar juga salam kenal. selamat datang di blogku
thanks sahlafif.
niefa.. maafkan aku. yup. doakan untuk bisa eksis berkarya disini.
suryaden.. nuhun sudah melanjutkan syairnya.