hands of attien...
berhadapan dengan badai lagi, bagi kita bukanlah hal sulit untuk dilalui. kebanyak orang mampu tegara pada tiap sisi kehidupannya. p[andai mengambil pelajaran, mampppu membuat jaring-jaring hikmah, juga menjadikannya epik yang begitu cantik.
hanya saja matahati tidak pernah bosan untuk hadir di setiap hari, dengan fajar yang selalu menyajikan cahaya kehohidupan yang pasti. mampukah?
kisah cinta, kisah sehabat, kisah saudara, kisah petualanga, dan banyak kisah yang telah tertulis, dan kisah-kisah itu tidka pernah berhenti pada satu episode ending. yang menjadikannya cantik hanya bagaimana itu mampu disajikan dalam sebuah drama yang menarik untuk disimak, si penulis yang mampu berpuisi dan bermetafora ria dengan 26 abjad. aduhai..... jika dan hanya jika waktulah yang menuliskan itu, niscaya diamlah seluruh manusia.
membaca dan memahaminya kadang membuat perut mual, mata menangis, tertawa terbahak-bahak, atau mematung tanpa komentar. ada tokoh antagonis, ada protagonis, sekaan-akan skenario itu begitu menarik untuk disimak. dan dalam kenyataannya adalah tidak berperan dalam keduanya. menyedihkan. air mata terus tumpah, darah pun ikut berlomba, penghinaan, fitnah, pesakitan, jeritan, menjadi pewarna utama yang dalam serunya drama di atas bumi ini.
seakan-akan ubun-ubun manusia tergantung di langit, dan tombol-tombol pengontrol didalamnya dikendalikan dalam ritme yang sulit. kemudian terus menerus dengan tawa, tangis, jeritan, senyuman, kemurungan, dan ritme ritme lainnya.
sehingga ubun-ubun itu terus memiliki nada yang terus bersenandung. hanya ubun-ubun yang diajak sujud, menggantngkan utuh untuk menyerahkan segala skenarionya pada Sang Pemilik, memohon dan tersungkur dengan segala pertanyaan yang ia sendiri tidak mampu untuk menjawabnya.
ya Kariim... apalah daya untuk menjadi pemain yang baik, hanya perlindungan yang diharapkan dilimpahkannya atas do'a do'a manusia yang teraniaya. lepaslah masa, demi tahun, bulan dan hari.
janji ini akan terus terpatri
baru kemarin terikrar
dan tak akan teringkari
Friday, March 27, 2009
Monday, March 23, 2009
hands of attien...
ditanah ini ternyata puisiku masih terus bernyanyi. dimanapun berada. ada lepi baru yang menemani.modal pinjem. hihihi....
well, tidak banyak yang dapat tertulis disini. hanya saja.. hanya saja..cukup hanya saja. hahaha.. duh duh. puzig.
guys, semua akan baik2 saja. tidak perlu risau dan khawatir yang berlebihan. cintailah hidup. karena inihanya sekali. hidup yang bukan main...
ditulis saat menghadapi pilihan-pilihan masa depan.cie....
ditanah ini ternyata puisiku masih terus bernyanyi. dimanapun berada. ada lepi baru yang menemani.modal pinjem. hihihi....
well, tidak banyak yang dapat tertulis disini. hanya saja.. hanya saja..cukup hanya saja. hahaha.. duh duh. puzig.
guys, semua akan baik2 saja. tidak perlu risau dan khawatir yang berlebihan. cintailah hidup. karena inihanya sekali. hidup yang bukan main...
ditulis saat menghadapi pilihan-pilihan masa depan.cie....
Thursday, March 19, 2009
Sunday, March 15, 2009
hands of attien...
cerita ini tidak lebih pilu dari yang lain
bahwa lambai-lambai tiap dahan ketika ditiup agin semilir
sedikit mengikis kegundahan
ditiap pagi
di tiap bait mulai ku uraikan cerita
hingga di sudut-sudut ruang yang semakin hari semakin sempit
semakin waktu semakin gelap
ruang yang mati
dan dari waktu ke waktu aku semakin mematung
lalu, bongkahan dalam dada yang berat semakin membebani
semakin pahit
semakin pelik
kemudian mengemislah makhluk ini
mengharapkan keluasan
seluas luasnya
Pak, anakmu disini semakin cinta saja
hanya cinta saja
boleh kan rindu?
ini rindu sangat
lalu kapan aku bisa mendekapmu lagi?
boleh ku seka airmatamu di pipi yang kini keriput?
ketegaranmu yang selalu terbit di pagi hinggal malam hingga pagi lagi
tak lekang waktu
lalu
kapan kau akan mendekapku lagi?
siapalah yang lebih mencintaimu dibanding Zat yang paling kau cintai?
maka ku serahkan padaNya
yang ku katakan di tiap pertiga malam
ku telah meminta
agar menjaga ketegaranmu yang terbit di pagi hingga malam hingga pagi lagi
itu saja
cerita ini tidak lebih pilu dari yang lain
bahwa lambai-lambai tiap dahan ketika ditiup agin semilir
sedikit mengikis kegundahan
ditiap pagi
di tiap bait mulai ku uraikan cerita
hingga di sudut-sudut ruang yang semakin hari semakin sempit
semakin waktu semakin gelap
ruang yang mati
dan dari waktu ke waktu aku semakin mematung
lalu, bongkahan dalam dada yang berat semakin membebani
semakin pahit
semakin pelik
kemudian mengemislah makhluk ini
mengharapkan keluasan
seluas luasnya
Pak, anakmu disini semakin cinta saja
hanya cinta saja
boleh kan rindu?
ini rindu sangat
lalu kapan aku bisa mendekapmu lagi?
boleh ku seka airmatamu di pipi yang kini keriput?
ketegaranmu yang selalu terbit di pagi hinggal malam hingga pagi lagi
tak lekang waktu
lalu
kapan kau akan mendekapku lagi?
siapalah yang lebih mencintaimu dibanding Zat yang paling kau cintai?
maka ku serahkan padaNya
yang ku katakan di tiap pertiga malam
ku telah meminta
agar menjaga ketegaranmu yang terbit di pagi hingga malam hingga pagi lagi
itu saja
Wednesday, March 11, 2009
ibu
hands of attien...
bolehlah sebut saja aku
dalam bait-bait doa pada malam yang sulit untuk ku temu
dengan rinduku
selalu
tapi dirimu
tak halnya soal boleh atau tidak
" selalu"
katamu
ah.. aku hanya rindu
itu saja
bolehlah sebut saja aku
dalam bait-bait doa pada malam yang sulit untuk ku temu
dengan rinduku
selalu
tapi dirimu
tak halnya soal boleh atau tidak
" selalu"
katamu
ah.. aku hanya rindu
itu saja
Sunday, March 8, 2009
Tinta di Yogyakarta
hands of attien...
lama sudah tak menuliskanmu dalam latar putih
maafkan
penaku mengering
habis sudah kata
aku rindu untuk menuliskanmu lagi
rindu yang tak pernah terlunasi
mungkin perlu bertamasya ke negeti awan
di langit biru yang akhir-akhir ini mendung
dan sering menambah sendu wajah-wajah murung
dan Yogyakarta semakin terapasung
lalu ku pungut lagi tinta-tinta yang pernah tumpah
berdamai
mengislahkannya dengan kertas
yang sudah lusuh, luruh
lagi-lagi tentangmu
sejenak tak jua tertumpahkan
bahkan sekedar menuliskan kabar
tentang hati yang berdebar
coba ku celupkan lagi penaku pada tinta-tinta yang pernah tumpah
namun kini jariku kaku
sedang keras sudah lusuh, luruh
membentang di meja kayu yang mulai rapuh
tidak tampak siang, tidak juga malam
diruang gelap ini
aku sudah lupa pada matahari
sedang jariku masih kaku
untuk menuliskanmu
wahai puisi yang ku rindu
lama sudah tak menuliskanmu dalam latar putih
maafkan
penaku mengering
habis sudah kata
aku rindu untuk menuliskanmu lagi
rindu yang tak pernah terlunasi
mungkin perlu bertamasya ke negeti awan
di langit biru yang akhir-akhir ini mendung
dan sering menambah sendu wajah-wajah murung
dan Yogyakarta semakin terapasung
lalu ku pungut lagi tinta-tinta yang pernah tumpah
berdamai
mengislahkannya dengan kertas
yang sudah lusuh, luruh
lagi-lagi tentangmu
sejenak tak jua tertumpahkan
bahkan sekedar menuliskan kabar
tentang hati yang berdebar
coba ku celupkan lagi penaku pada tinta-tinta yang pernah tumpah
namun kini jariku kaku
sedang keras sudah lusuh, luruh
membentang di meja kayu yang mulai rapuh
tidak tampak siang, tidak juga malam
diruang gelap ini
aku sudah lupa pada matahari
sedang jariku masih kaku
untuk menuliskanmu
wahai puisi yang ku rindu
Saturday, March 7, 2009
nikmat-kebahagiaan (episode-2
Kelanjutan jasad…
Apa reaksi kita ketika tiba-tiba jari kita tidak mampu lagi bergerak ketika bangun tidur? Yang biasanya kita ajak untuk mengetikan tuts tuts diatas keyboar komputer kita, menuangkan isi kepala kita pada 26 utusan, ah… semoga Alloh mengampuni kita.
Bahwa kesyukuran dengan apa yang telah Alloh karuniakan mengajarkan diri kita pada perbaikan hubungan kita kepada Alloh, sekaligus menunaikan kewajiban dari masing-masing yang menjadi hak darinya. Bekerja, membantu orang lain, menunaikan amanah, memberi, dan banyak lagi. jasad ini berkerja dan terus bekerja berpacu dengan waktu dan berkompetisi. Hanya saja, apa yang menjadikan jasad ini berkerja dengan baik? Bahwa pekerjaannya merupakan bentuk dari sebuah kesadaran dan keprofessionalan amal. Ialah akal.
Akal
Bahwa akal lah salah satu yang membedakan manusia dengan makhluk Alloh yang lain. Dengan hewan dan tumbuhan. Ia diciptakan begitu menakjubkan. Berbanding dengan memori mesin ciptaan manusia, maka hitungannya otak memiliki kapasitas miliaran giga byte.
Otak hewan dan otak manusia jelas memiliki perbedaan sebagaimana akal yang menyertainya didalam membedakan dua jenis makhluk Alloh ini. manusia terus menciptakan sesuatu yang baru dalam hidupnya. Bermodalkan dari apa yang telah Alloh karuniakan didalamnya. Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, bahwa alam dan isinya telah diciptakan untuk menusia. Analisis kerja otak yang membaginya dalam otak kanan dan otak kiri memberikan gambaran kepada kita bahwa cara kerja otak ini simpulsif.
Otak kanan yang cenderung kepada gambar, musik, seni, warna, puisi, sedang otak kiri bermain dengan matematika, analisis, menghafal, dan sebagainya. Keduanya berperan dalam pencerdasan manusia. Menelaah ilmu pengetahuan yang telah diajarkan Alloh melalui alam dan fenomena sosial. Dengannya kini berjalan mesin berkuda, mesin terbang, komputer, dan mesin-mesin lainnya. Ilmu pengetahuan tersebut berkiblat pada alam yang telah Alloh sediakan didalamnya sebagai piranti kerasnya, sedang lunaknya, itulah akal manusia. Allohuakbar….
Dialah otak. Piranti yang begitu manakjubkan berada di kepala manusia. Meski hewan pun memilikinya, namun pengembangan ketrampilan manusia semuanya berawal dari sana. Sedangkan hewan, Alloh telah mengajarkan kepada mereka bahwa mereka pun terbatas dengan itu. meski manusia sendiri harus belajar dari hewan tersebut. Ilmu pengetahuan terkini pun belajar dari mereka.
Dalam badan yang berdiri, otak manusia selalu berada dalam keadaan sujud. Dimana gerakan ini didalam sholat adalah gerakan yang paling mendekatkan seorang hamba kepada Alloh. Maka, makhluk yang bernama otak ini telah berada pada sunnatulloh bahwa segala sesuatu di alam ini selalu bertasbih dan selalu tunduk kepadaNya.
Ikhwah fillah, akal ini lah yang telah mengajak kita untuk melihat banyaknya pilhan-pilhan dalam hidup kita. Mana yang akan kita pilih, apa yang harus kita lakukan dengan itu.
Semua organ yang berada dalam diri kita terkendali atasnya. Batang otak kita (otak kecil) mengendalikan semua fungsi organ yang bergerak tanpa kita sadari. Paru-paru yang kembang kempis, gerak-gerak peristaltik pada tenggorokan, usus, kerja ginjal, jantung, hati. Dan semua kerja organ ini akan berhenti begitu saja ketika ia terputus hubungannya dengan syaraf yang menghubungkan. Maka dari itu, Alloh melarang kita untuk menyembelih binatang dengan memutus batang otak atau lewat syaraf punggung belakang. Jantung tidak akan memompa darah keluar dari tubuh begitu hewan ini disembelih. Akhirnya darah akan membeku didalam daging. Sedangkan kejang-kejang yang terjadi ketika hewan disembelih, bukanlah bentuk dari sakit yang tarasa, tetapi dengan memfungsikan jantung yang reaksi terhadap perintah otak kecil usai menerima perintah dari rangsangan sembelihan untuk seoptimal mungkin berkontraksi dan akhirnya mengeluarkan darah dari saluran darah yang telah diputus.
Apakah yang menjadi suplemen atas otak dan akal manusia ini? Benar sekali, ialah ilmu pengetahuan yang terus mencari siapa yang akan menjadi tuan atasnya. Sedangkan akal manusia pun terus haus akan ilmu pengetahuan.
Dalam banyak nash Islam telah mewajibkan setiap muslin untuk terus mencari ilmu pengetahuan atasnya. Apakah itu ilmu diniyah atau pengetahuan umum. Yah, inilah yang masih menjadi kesalahan kita telah membedakan ilmu dalam dua kamar. Kolaborasi keduanya hari ini telah disusun oleh para ilmuan muslim, bahwa apa-apa yang dibaca dari alam berupa pengetahuan telah berjalan atas sunnatulloh. Para ilmuan baratpun telah berkiblat kepada Al-qur’an sebagai referensi. Seiring ilmu pengetahuan alam yang memberikan bukti bahwa hipotesis Al-qur’an tidak ditolak. Pun ilmu pengetahuan alam juga yang tidak mempu membuktikan bahwa Al-qur’an dapat ditolak. Yang artinya alam berjalan atas skenario Alloh, pemilik kalam tertinggi.
Sedangkan ilmu diniah, adalah tuntutan bagi bagi manusia untuk mengenal Alloh, mengetahui apa yang Alloh tujuankan pada manusia. Jika ilmu alam mengajarkan bahwa manusia menggali apa yang Alloh peruntukkan bagianya, maka ilmu diniyah mengajarkan apa yang harus seorang hamba lakukan untuk penciptanya. Meskipun Alloh sendiri sudah tidak memerlukanya. Karena Mahasuci Alloh yang tiada lebih Mulia dari padaNya.
Otak dan akal yang telah Alloh berikan ini mengemban kedua tugas ini. Tentang ilmu diniyah dan ilmu alam. Dan jika mereka tidak menunaikannya, maka ia telah keluar dari skenario Alloh. bagaimana mungkin kita sebagai hambanya mempu untuk keluar dari apa yang telah tertulis, sedangkan bumi tidak berani bergeser dari garis orbit, begitu dengan bulan, dan bintang-bintang. Dan apapun yang terjadi, bahwa otak dan akal kita telah Alloh sujudkan kepadaNya. Wallohu’alam…
Bahwa apa-apa yang manusia ciptakan di muka bumi ini, jika ditimbang dengan sayap lalat sekalipun, maka tiada imbang keduanya….
Apa reaksi kita ketika tiba-tiba jari kita tidak mampu lagi bergerak ketika bangun tidur? Yang biasanya kita ajak untuk mengetikan tuts tuts diatas keyboar komputer kita, menuangkan isi kepala kita pada 26 utusan, ah… semoga Alloh mengampuni kita.
Bahwa kesyukuran dengan apa yang telah Alloh karuniakan mengajarkan diri kita pada perbaikan hubungan kita kepada Alloh, sekaligus menunaikan kewajiban dari masing-masing yang menjadi hak darinya. Bekerja, membantu orang lain, menunaikan amanah, memberi, dan banyak lagi. jasad ini berkerja dan terus bekerja berpacu dengan waktu dan berkompetisi. Hanya saja, apa yang menjadikan jasad ini berkerja dengan baik? Bahwa pekerjaannya merupakan bentuk dari sebuah kesadaran dan keprofessionalan amal. Ialah akal.
Akal
Bahwa akal lah salah satu yang membedakan manusia dengan makhluk Alloh yang lain. Dengan hewan dan tumbuhan. Ia diciptakan begitu menakjubkan. Berbanding dengan memori mesin ciptaan manusia, maka hitungannya otak memiliki kapasitas miliaran giga byte.
Otak hewan dan otak manusia jelas memiliki perbedaan sebagaimana akal yang menyertainya didalam membedakan dua jenis makhluk Alloh ini. manusia terus menciptakan sesuatu yang baru dalam hidupnya. Bermodalkan dari apa yang telah Alloh karuniakan didalamnya. Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, bahwa alam dan isinya telah diciptakan untuk menusia. Analisis kerja otak yang membaginya dalam otak kanan dan otak kiri memberikan gambaran kepada kita bahwa cara kerja otak ini simpulsif.
Otak kanan yang cenderung kepada gambar, musik, seni, warna, puisi, sedang otak kiri bermain dengan matematika, analisis, menghafal, dan sebagainya. Keduanya berperan dalam pencerdasan manusia. Menelaah ilmu pengetahuan yang telah diajarkan Alloh melalui alam dan fenomena sosial. Dengannya kini berjalan mesin berkuda, mesin terbang, komputer, dan mesin-mesin lainnya. Ilmu pengetahuan tersebut berkiblat pada alam yang telah Alloh sediakan didalamnya sebagai piranti kerasnya, sedang lunaknya, itulah akal manusia. Allohuakbar….
Dialah otak. Piranti yang begitu manakjubkan berada di kepala manusia. Meski hewan pun memilikinya, namun pengembangan ketrampilan manusia semuanya berawal dari sana. Sedangkan hewan, Alloh telah mengajarkan kepada mereka bahwa mereka pun terbatas dengan itu. meski manusia sendiri harus belajar dari hewan tersebut. Ilmu pengetahuan terkini pun belajar dari mereka.
Dalam badan yang berdiri, otak manusia selalu berada dalam keadaan sujud. Dimana gerakan ini didalam sholat adalah gerakan yang paling mendekatkan seorang hamba kepada Alloh. Maka, makhluk yang bernama otak ini telah berada pada sunnatulloh bahwa segala sesuatu di alam ini selalu bertasbih dan selalu tunduk kepadaNya.
Ikhwah fillah, akal ini lah yang telah mengajak kita untuk melihat banyaknya pilhan-pilhan dalam hidup kita. Mana yang akan kita pilih, apa yang harus kita lakukan dengan itu.
Semua organ yang berada dalam diri kita terkendali atasnya. Batang otak kita (otak kecil) mengendalikan semua fungsi organ yang bergerak tanpa kita sadari. Paru-paru yang kembang kempis, gerak-gerak peristaltik pada tenggorokan, usus, kerja ginjal, jantung, hati. Dan semua kerja organ ini akan berhenti begitu saja ketika ia terputus hubungannya dengan syaraf yang menghubungkan. Maka dari itu, Alloh melarang kita untuk menyembelih binatang dengan memutus batang otak atau lewat syaraf punggung belakang. Jantung tidak akan memompa darah keluar dari tubuh begitu hewan ini disembelih. Akhirnya darah akan membeku didalam daging. Sedangkan kejang-kejang yang terjadi ketika hewan disembelih, bukanlah bentuk dari sakit yang tarasa, tetapi dengan memfungsikan jantung yang reaksi terhadap perintah otak kecil usai menerima perintah dari rangsangan sembelihan untuk seoptimal mungkin berkontraksi dan akhirnya mengeluarkan darah dari saluran darah yang telah diputus.
Apakah yang menjadi suplemen atas otak dan akal manusia ini? Benar sekali, ialah ilmu pengetahuan yang terus mencari siapa yang akan menjadi tuan atasnya. Sedangkan akal manusia pun terus haus akan ilmu pengetahuan.
Dalam banyak nash Islam telah mewajibkan setiap muslin untuk terus mencari ilmu pengetahuan atasnya. Apakah itu ilmu diniyah atau pengetahuan umum. Yah, inilah yang masih menjadi kesalahan kita telah membedakan ilmu dalam dua kamar. Kolaborasi keduanya hari ini telah disusun oleh para ilmuan muslim, bahwa apa-apa yang dibaca dari alam berupa pengetahuan telah berjalan atas sunnatulloh. Para ilmuan baratpun telah berkiblat kepada Al-qur’an sebagai referensi. Seiring ilmu pengetahuan alam yang memberikan bukti bahwa hipotesis Al-qur’an tidak ditolak. Pun ilmu pengetahuan alam juga yang tidak mempu membuktikan bahwa Al-qur’an dapat ditolak. Yang artinya alam berjalan atas skenario Alloh, pemilik kalam tertinggi.
Sedangkan ilmu diniah, adalah tuntutan bagi bagi manusia untuk mengenal Alloh, mengetahui apa yang Alloh tujuankan pada manusia. Jika ilmu alam mengajarkan bahwa manusia menggali apa yang Alloh peruntukkan bagianya, maka ilmu diniyah mengajarkan apa yang harus seorang hamba lakukan untuk penciptanya. Meskipun Alloh sendiri sudah tidak memerlukanya. Karena Mahasuci Alloh yang tiada lebih Mulia dari padaNya.
Otak dan akal yang telah Alloh berikan ini mengemban kedua tugas ini. Tentang ilmu diniyah dan ilmu alam. Dan jika mereka tidak menunaikannya, maka ia telah keluar dari skenario Alloh. bagaimana mungkin kita sebagai hambanya mempu untuk keluar dari apa yang telah tertulis, sedangkan bumi tidak berani bergeser dari garis orbit, begitu dengan bulan, dan bintang-bintang. Dan apapun yang terjadi, bahwa otak dan akal kita telah Alloh sujudkan kepadaNya. Wallohu’alam…
Bahwa apa-apa yang manusia ciptakan di muka bumi ini, jika ditimbang dengan sayap lalat sekalipun, maka tiada imbang keduanya….
Thursday, March 5, 2009
nikmat-kebahagiaan
hans of attien...
kita telah sepakat bahawa kebahagiaan seseorang tidak dinilai dari materi yang ia miliki, kenyamana hidup yang dirasakan, kelezatan dari segala indera yang dianugerahkan padanya, tidak juga dari gelak tawanya. kita telah sepakat bahwa kebahagiaan hidup juga tidak sekedar dilingkupi oleh orang-orang yang hormat pada kita, tidak juga dari hadiah-hadiah yang dengan gratis kita dapatkan,
hari ini mungkin kita bisa kukuh untuk menyatakan demikian, secara hidup kita yang masih ditanggung orang tua memberikan lisensi bahwa ada yang harus kita cari lagi. apa itu? apa-apa yang sedang kita kerjakan hari ini. apakah hidup ini hanya untuk bahagia? dan jawabannya adalah lalu apakah kita berharap bertemu dengan kedukaan??
dan kebahagiaan itu sesungguhnya ada di dalam hati.
bagaimana?
bahwa dalam hidup ini masing2 kita telah diberi nikmat dalah tiga hal, yaitu jasad, akal, dan ruh. yang setiap harinya kewajiban kita untuk selalu menjaga ketiganya dalam keadaan sehat. jasad kita butuh makanan yang halal dan toyyib, otak kita butuh ilmu, dan ruh kita butuh kekuatan.
masing2 memiliki porsinya sendiri, bertahap dan tidak sekaligus dalam menjaganya. dan ketiganya memiliki hubungan yang sangat erat.
bahwa jasad ini telah di hak-kan oleh Alloh untuk diri kita masing2 untuk kita syukuri. menjaga kebugaran dan kesehatan, juga kebersihan dan penampilan menjadi haknya yang mustinya tiap waktunya kita tunaikan. ia akan membantu kita pada tiap rukuk dan sujud, membaca alqur'an, dan ibadah ibadah lainnya. secara sunnatulloh bahwa kita hanya diciptakan hanya untuk beribadah kepada Alloh. kemudian jasad ini yang mengaktualisasikan diri kita untuk mempu berinteraksi dengan orang lain, menikmatai hidup sosial, mendapatkan bi'ah yang baik, juga menjadi haknya.
soal makanan si jasad, bahwa Alloh telah menjamin semuanya di dunia ini. dalam surat An-nazi'at Alloh menjelaskan, kurma, kebun2 yang lebat, semuanya diciptakan untuk kita. dan terakhir Alloh menutup surat itu dengan " Maka bertasbihlah.... ". yah... kita diminta untuk bertasbih dan terus memujiNya. padahal tiada berkurang kemuliaan Alloh dengan membangkangnya seluruh makhluk dibumi, dan tidak bertambah pula dengan memujiNya seluruh makhluk di bumi. inilah kawan kebahagiaan itu bagi kita, bagi kita seorang muslim. seorang yang telah menyerahkan hidup kita kepada Alloh semata. dan kebahagiaan ini berada dalam hati-hati ini kita. yang turut dirasakan oleh ruh dan akal. bahwa mereka berdua pun mengakui keilmiahan kalam teringgi-Alqur'an, dan bahwa ruh kita begitu mengagumi bersama dengan alam. Allohuakbar...
oleh karena itu, mari kita jaga jasad ini dengan baik. menjadi haknya untuk selalu tampil menyengankan orang, mata ini, senyum ini, tangan ini, dan semuanya, ada hak dan kewajiban untuk mereka tunaikan. menjaga mereka untuk tetap bugar dan sehat adalah kewajiban kita, dan hak-nya. ia akan terus membantu kita dalam rukuk dan sujud, dalam ibadah2 kita. dan mendukung akan dan ruh untuk terus merasakan lezatnya hidup dalam keimanan. dan bahwa Alloh mencintai muslim yang kuat.
btw, mari kita tunaikan haknya, dan tunaikan pula kewajiban darinya. amanah untuk menjaga mereka dari kemaksiatan, hal yang sia-sia, dan kemalasan.
dan sedikit resep, Anis Matta pernah menjelaskan dengan olah raga maka kita akan mendapati raga yang sehat, dan jiwa yang sehat pula. wallohu'alam...
next: akal dan ruh
kita telah sepakat bahawa kebahagiaan seseorang tidak dinilai dari materi yang ia miliki, kenyamana hidup yang dirasakan, kelezatan dari segala indera yang dianugerahkan padanya, tidak juga dari gelak tawanya. kita telah sepakat bahwa kebahagiaan hidup juga tidak sekedar dilingkupi oleh orang-orang yang hormat pada kita, tidak juga dari hadiah-hadiah yang dengan gratis kita dapatkan,
hari ini mungkin kita bisa kukuh untuk menyatakan demikian, secara hidup kita yang masih ditanggung orang tua memberikan lisensi bahwa ada yang harus kita cari lagi. apa itu? apa-apa yang sedang kita kerjakan hari ini. apakah hidup ini hanya untuk bahagia? dan jawabannya adalah lalu apakah kita berharap bertemu dengan kedukaan??
dan kebahagiaan itu sesungguhnya ada di dalam hati.
bagaimana?
bahwa dalam hidup ini masing2 kita telah diberi nikmat dalah tiga hal, yaitu jasad, akal, dan ruh. yang setiap harinya kewajiban kita untuk selalu menjaga ketiganya dalam keadaan sehat. jasad kita butuh makanan yang halal dan toyyib, otak kita butuh ilmu, dan ruh kita butuh kekuatan.
masing2 memiliki porsinya sendiri, bertahap dan tidak sekaligus dalam menjaganya. dan ketiganya memiliki hubungan yang sangat erat.
bahwa jasad ini telah di hak-kan oleh Alloh untuk diri kita masing2 untuk kita syukuri. menjaga kebugaran dan kesehatan, juga kebersihan dan penampilan menjadi haknya yang mustinya tiap waktunya kita tunaikan. ia akan membantu kita pada tiap rukuk dan sujud, membaca alqur'an, dan ibadah ibadah lainnya. secara sunnatulloh bahwa kita hanya diciptakan hanya untuk beribadah kepada Alloh. kemudian jasad ini yang mengaktualisasikan diri kita untuk mempu berinteraksi dengan orang lain, menikmatai hidup sosial, mendapatkan bi'ah yang baik, juga menjadi haknya.
soal makanan si jasad, bahwa Alloh telah menjamin semuanya di dunia ini. dalam surat An-nazi'at Alloh menjelaskan, kurma, kebun2 yang lebat, semuanya diciptakan untuk kita. dan terakhir Alloh menutup surat itu dengan " Maka bertasbihlah.... ". yah... kita diminta untuk bertasbih dan terus memujiNya. padahal tiada berkurang kemuliaan Alloh dengan membangkangnya seluruh makhluk dibumi, dan tidak bertambah pula dengan memujiNya seluruh makhluk di bumi. inilah kawan kebahagiaan itu bagi kita, bagi kita seorang muslim. seorang yang telah menyerahkan hidup kita kepada Alloh semata. dan kebahagiaan ini berada dalam hati-hati ini kita. yang turut dirasakan oleh ruh dan akal. bahwa mereka berdua pun mengakui keilmiahan kalam teringgi-Alqur'an, dan bahwa ruh kita begitu mengagumi bersama dengan alam. Allohuakbar...
oleh karena itu, mari kita jaga jasad ini dengan baik. menjadi haknya untuk selalu tampil menyengankan orang, mata ini, senyum ini, tangan ini, dan semuanya, ada hak dan kewajiban untuk mereka tunaikan. menjaga mereka untuk tetap bugar dan sehat adalah kewajiban kita, dan hak-nya. ia akan terus membantu kita dalam rukuk dan sujud, dalam ibadah2 kita. dan mendukung akan dan ruh untuk terus merasakan lezatnya hidup dalam keimanan. dan bahwa Alloh mencintai muslim yang kuat.
btw, mari kita tunaikan haknya, dan tunaikan pula kewajiban darinya. amanah untuk menjaga mereka dari kemaksiatan, hal yang sia-sia, dan kemalasan.
dan sedikit resep, Anis Matta pernah menjelaskan dengan olah raga maka kita akan mendapati raga yang sehat, dan jiwa yang sehat pula. wallohu'alam...
next: akal dan ruh
Wednesday, March 4, 2009
mereka....
hands of attien...
sekilas tampak bayangan itu lagi. seperti alunan lagu yang membawaku untuk memasuki dimensi masa lalu. pertemuan pertama itu, seakan menjadi pengukuh bahwa seorang Bagus telah mampir dalam kehidupan ini.
adakah yang mengerti jika ini bagian dari hidayah untuk kita renungkan? aku semakin mencintai jalan yang telah ku tempuh ini. seperti semakin kokohnya kakiku untuk terus tegak. tidak akan menjadi orang yang tengah2, dan menjadi orang-orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri.
bahwa taujih dan do'a-do'a tiap forum kita akan selalu diamini malaikat.
sudah tiga mujahid yang syahid sudi mampir dalam kilas video yang bermain dimataku. Titis Nastiti, Abdul Azzam, Bagus Aji Pamungkas.
beberapa moment yang membuatku merinding. jika Alm. Titis bersama kami membuat pementasa drama berkenaan dengan Cinta Hakiki, tokoh utama ini telah menjemput janji pada tiap kalimat text drama.
"bahwa kematian adalah sebuah pembebasan"
syair yang belum berani ku tuntaskan
Azzam yang mengajarkan bahwa perih yang menyayat itu tidaklah lama. karena Rosululloh pun berkata, "Dunia bagiku seperti pohon rindang yang berada di padang pasir. Aku berteduh disana dan kemudian pergi melanjutkan perjalanan kembali."
semoga ini adalah hidayah bagi semua.
juga Bagus yang selalu siap sedia untuk selalu berada dalam barisan terdepan. dan bahwa Alloh jauh menyayanginya. dan pada hari itu, tuntas sudah semua tugas yang diamahkan padanya. Allohu akbar...
namun ia akan selalu hidup.
sekilas tampak bayangan itu lagi. seperti alunan lagu yang membawaku untuk memasuki dimensi masa lalu. pertemuan pertama itu, seakan menjadi pengukuh bahwa seorang Bagus telah mampir dalam kehidupan ini.
adakah yang mengerti jika ini bagian dari hidayah untuk kita renungkan? aku semakin mencintai jalan yang telah ku tempuh ini. seperti semakin kokohnya kakiku untuk terus tegak. tidak akan menjadi orang yang tengah2, dan menjadi orang-orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri.
bahwa taujih dan do'a-do'a tiap forum kita akan selalu diamini malaikat.
sudah tiga mujahid yang syahid sudi mampir dalam kilas video yang bermain dimataku. Titis Nastiti, Abdul Azzam, Bagus Aji Pamungkas.
beberapa moment yang membuatku merinding. jika Alm. Titis bersama kami membuat pementasa drama berkenaan dengan Cinta Hakiki, tokoh utama ini telah menjemput janji pada tiap kalimat text drama.
"bahwa kematian adalah sebuah pembebasan"
syair yang belum berani ku tuntaskan
Azzam yang mengajarkan bahwa perih yang menyayat itu tidaklah lama. karena Rosululloh pun berkata, "Dunia bagiku seperti pohon rindang yang berada di padang pasir. Aku berteduh disana dan kemudian pergi melanjutkan perjalanan kembali."
semoga ini adalah hidayah bagi semua.
juga Bagus yang selalu siap sedia untuk selalu berada dalam barisan terdepan. dan bahwa Alloh jauh menyayanginya. dan pada hari itu, tuntas sudah semua tugas yang diamahkan padanya. Allohu akbar...
namun ia akan selalu hidup.
Sunday, March 1, 2009
lima tahun yang lalu
hands of attien...
negeriku
sudah lama tak ada yang mendendangkan lagu untukmu
mungkin aku
waktu itu
lima tahun yang lalu
negeriku
sudah lama tak bercerita tentangmu
wajahmu yang bergambarkan bangunan-bangunan megah, berparadekan kemiskinan dan kelaparan
ciliwung keruh*
wajah nelayan keruh*
sungguh
bicaralah
membisu itu wagu
tentang lapindo yang lumpurnya membatu
petaninya membatu
rumah-rumah diguncang lindu
sawah-sawah tergugu
cup cup cup cup...
bagimu
panas terik tak terasa**
hujan rintik tak mengapa**
sabar sabar... kata presidenmu
duh duh duh... keburu mati rakyatku
buldozer semakin angkuh
geribik-geribik lapuk runtuh
harga tanah
setali uang sewa tidur
kelam tergusur
bicara gapap
mata katarak
telinga memekak
lalu menunggu ratu adil
dengan jampi-jampi yang musykil
bim salabim
keluarlah si jahil
kemanakah seantero cucu-cucu para pejuang
yang kakeknya telah mati di medan laga
ataukah mereka telah lupa
atau kah pura-pura lupa
darah setali satu atau dua generasi
masih memanggil-manggil
menggaung di tiap mereka tidur
dulu ayah dan kakekmu tidak cengeng sepertimu
lihatlah kamu
mudah sekali tergugu
aku hanya ingat terakhir kali menyanyikan lagu untukmu
lima tahun yang lalu
negeriku
sudah lama tak ada yang mendendangkan lagu untukmu
mungkin aku
waktu itu
lima tahun yang lalu
negeriku
sudah lama tak bercerita tentangmu
wajahmu yang bergambarkan bangunan-bangunan megah, berparadekan kemiskinan dan kelaparan
ciliwung keruh*
wajah nelayan keruh*
sungguh
bicaralah
membisu itu wagu
tentang lapindo yang lumpurnya membatu
petaninya membatu
rumah-rumah diguncang lindu
sawah-sawah tergugu
cup cup cup cup...
bagimu
panas terik tak terasa**
hujan rintik tak mengapa**
sabar sabar... kata presidenmu
duh duh duh... keburu mati rakyatku
buldozer semakin angkuh
geribik-geribik lapuk runtuh
harga tanah
setali uang sewa tidur
kelam tergusur
bicara gapap
mata katarak
telinga memekak
lalu menunggu ratu adil
dengan jampi-jampi yang musykil
bim salabim
keluarlah si jahil
kemanakah seantero cucu-cucu para pejuang
yang kakeknya telah mati di medan laga
ataukah mereka telah lupa
atau kah pura-pura lupa
darah setali satu atau dua generasi
masih memanggil-manggil
menggaung di tiap mereka tidur
dulu ayah dan kakekmu tidak cengeng sepertimu
lihatlah kamu
mudah sekali tergugu
aku hanya ingat terakhir kali menyanyikan lagu untukmu
lima tahun yang lalu
Subscribe to:
Comments (Atom)