Sunday, March 1, 2009

lima tahun yang lalu

hands of attien...

negeriku
sudah lama tak ada yang mendendangkan lagu untukmu
mungkin aku
waktu itu
lima tahun yang lalu

negeriku
sudah lama tak bercerita tentangmu
wajahmu yang bergambarkan bangunan-bangunan megah, berparadekan kemiskinan dan kelaparan
ciliwung keruh*
wajah nelayan keruh*
sungguh

bicaralah
membisu itu wagu
tentang lapindo yang lumpurnya membatu
petaninya membatu
rumah-rumah diguncang lindu
sawah-sawah tergugu

cup cup cup cup...

bagimu
panas terik tak terasa**
hujan rintik tak mengapa**
sabar sabar... kata presidenmu

duh duh duh... keburu mati rakyatku

buldozer semakin angkuh
geribik-geribik lapuk runtuh

harga tanah
setali uang sewa tidur
kelam tergusur

bicara gapap
mata katarak
telinga memekak


lalu menunggu ratu adil
dengan jampi-jampi yang musykil
bim salabim
keluarlah si jahil

kemanakah seantero cucu-cucu para pejuang
yang kakeknya telah mati di medan laga
ataukah mereka telah lupa
atau kah pura-pura lupa

darah setali satu atau dua generasi
masih memanggil-manggil
menggaung di tiap mereka tidur
dulu ayah dan kakekmu tidak cengeng sepertimu
lihatlah kamu
mudah sekali tergugu

aku hanya ingat terakhir kali menyanyikan lagu untukmu
lima tahun yang lalu

4 comments:

  1. wah bikin ikut bingung aja, ada jampi-jampinya lagi...

    ReplyDelete
  2. "di tepian penantian tangis
    ia terikat satu perjanjian
    pemusykilan akan hidup
    yang digadaikan zaman
    atau seperti manusia
    yang diternakkan
    untuk disembelih maka
    ia memilih diam

    meski sakit perihnya"

    ReplyDelete
  3. jgn bilang lima tahun lagi
    kata inspiratif 5 menit= 5 tahun

    ReplyDelete