Saturday, March 7, 2009

nikmat-kebahagiaan (episode-2

Kelanjutan jasad…

Apa reaksi kita ketika tiba-tiba jari kita tidak mampu lagi bergerak ketika bangun tidur? Yang biasanya kita ajak untuk mengetikan tuts tuts diatas keyboar komputer kita, menuangkan isi kepala kita pada 26 utusan, ah… semoga Alloh mengampuni kita.

Bahwa kesyukuran dengan apa yang telah Alloh karuniakan mengajarkan diri kita pada perbaikan hubungan kita kepada Alloh, sekaligus menunaikan kewajiban dari masing-masing yang menjadi hak darinya. Bekerja, membantu orang lain, menunaikan amanah, memberi, dan banyak lagi. jasad ini berkerja dan terus bekerja berpacu dengan waktu dan berkompetisi. Hanya saja, apa yang menjadikan jasad ini berkerja dengan baik? Bahwa pekerjaannya merupakan bentuk dari sebuah kesadaran dan keprofessionalan amal. Ialah akal.

Akal
Bahwa akal lah salah satu yang membedakan manusia dengan makhluk Alloh yang lain. Dengan hewan dan tumbuhan. Ia diciptakan begitu menakjubkan. Berbanding dengan memori mesin ciptaan manusia, maka hitungannya otak memiliki kapasitas miliaran giga byte.

Otak hewan dan otak manusia jelas memiliki perbedaan sebagaimana akal yang menyertainya didalam membedakan dua jenis makhluk Alloh ini. manusia terus menciptakan sesuatu yang baru dalam hidupnya. Bermodalkan dari apa yang telah Alloh karuniakan didalamnya. Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, bahwa alam dan isinya telah diciptakan untuk menusia. Analisis kerja otak yang membaginya dalam otak kanan dan otak kiri memberikan gambaran kepada kita bahwa cara kerja otak ini simpulsif.

Otak kanan yang cenderung kepada gambar, musik, seni, warna, puisi, sedang otak kiri bermain dengan matematika, analisis, menghafal, dan sebagainya. Keduanya berperan dalam pencerdasan manusia. Menelaah ilmu pengetahuan yang telah diajarkan Alloh melalui alam dan fenomena sosial. Dengannya kini berjalan mesin berkuda, mesin terbang, komputer, dan mesin-mesin lainnya. Ilmu pengetahuan tersebut berkiblat pada alam yang telah Alloh sediakan didalamnya sebagai piranti kerasnya, sedang lunaknya, itulah akal manusia. Allohuakbar….

Dialah otak. Piranti yang begitu manakjubkan berada di kepala manusia. Meski hewan pun memilikinya, namun pengembangan ketrampilan manusia semuanya berawal dari sana. Sedangkan hewan, Alloh telah mengajarkan kepada mereka bahwa mereka pun terbatas dengan itu. meski manusia sendiri harus belajar dari hewan tersebut. Ilmu pengetahuan terkini pun belajar dari mereka.

Dalam badan yang berdiri, otak manusia selalu berada dalam keadaan sujud. Dimana gerakan ini didalam sholat adalah gerakan yang paling mendekatkan seorang hamba kepada Alloh. Maka, makhluk yang bernama otak ini telah berada pada sunnatulloh bahwa segala sesuatu di alam ini selalu bertasbih dan selalu tunduk kepadaNya.

Ikhwah fillah, akal ini lah yang telah mengajak kita untuk melihat banyaknya pilhan-pilhan dalam hidup kita. Mana yang akan kita pilih, apa yang harus kita lakukan dengan itu.

Semua organ yang berada dalam diri kita terkendali atasnya. Batang otak kita (otak kecil) mengendalikan semua fungsi organ yang bergerak tanpa kita sadari. Paru-paru yang kembang kempis, gerak-gerak peristaltik pada tenggorokan, usus, kerja ginjal, jantung, hati. Dan semua kerja organ ini akan berhenti begitu saja ketika ia terputus hubungannya dengan syaraf yang menghubungkan. Maka dari itu, Alloh melarang kita untuk menyembelih binatang dengan memutus batang otak atau lewat syaraf punggung belakang. Jantung tidak akan memompa darah keluar dari tubuh begitu hewan ini disembelih. Akhirnya darah akan membeku didalam daging. Sedangkan kejang-kejang yang terjadi ketika hewan disembelih, bukanlah bentuk dari sakit yang tarasa, tetapi dengan memfungsikan jantung yang reaksi terhadap perintah otak kecil usai menerima perintah dari rangsangan sembelihan untuk seoptimal mungkin berkontraksi dan akhirnya mengeluarkan darah dari saluran darah yang telah diputus.

Apakah yang menjadi suplemen atas otak dan akal manusia ini? Benar sekali, ialah ilmu pengetahuan yang terus mencari siapa yang akan menjadi tuan atasnya. Sedangkan akal manusia pun terus haus akan ilmu pengetahuan.

Dalam banyak nash Islam telah mewajibkan setiap muslin untuk terus mencari ilmu pengetahuan atasnya. Apakah itu ilmu diniyah atau pengetahuan umum. Yah, inilah yang masih menjadi kesalahan kita telah membedakan ilmu dalam dua kamar. Kolaborasi keduanya hari ini telah disusun oleh para ilmuan muslim, bahwa apa-apa yang dibaca dari alam berupa pengetahuan telah berjalan atas sunnatulloh. Para ilmuan baratpun telah berkiblat kepada Al-qur’an sebagai referensi. Seiring ilmu pengetahuan alam yang memberikan bukti bahwa hipotesis Al-qur’an tidak ditolak. Pun ilmu pengetahuan alam juga yang tidak mempu membuktikan bahwa Al-qur’an dapat ditolak. Yang artinya alam berjalan atas skenario Alloh, pemilik kalam tertinggi.

Sedangkan ilmu diniah, adalah tuntutan bagi bagi manusia untuk mengenal Alloh, mengetahui apa yang Alloh tujuankan pada manusia. Jika ilmu alam mengajarkan bahwa manusia menggali apa yang Alloh peruntukkan bagianya, maka ilmu diniyah mengajarkan apa yang harus seorang hamba lakukan untuk penciptanya. Meskipun Alloh sendiri sudah tidak memerlukanya. Karena Mahasuci Alloh yang tiada lebih Mulia dari padaNya.

Otak dan akal yang telah Alloh berikan ini mengemban kedua tugas ini. Tentang ilmu diniyah dan ilmu alam. Dan jika mereka tidak menunaikannya, maka ia telah keluar dari skenario Alloh. bagaimana mungkin kita sebagai hambanya mempu untuk keluar dari apa yang telah tertulis, sedangkan bumi tidak berani bergeser dari garis orbit, begitu dengan bulan, dan bintang-bintang. Dan apapun yang terjadi, bahwa otak dan akal kita telah Alloh sujudkan kepadaNya. Wallohu’alam…

Bahwa apa-apa yang manusia ciptakan di muka bumi ini, jika ditimbang dengan sayap lalat sekalipun, maka tiada imbang keduanya….

1 comment: