hands of attien...
cerita ini tidak lebih pilu dari yang lain
bahwa lambai-lambai tiap dahan ketika ditiup agin semilir
sedikit mengikis kegundahan
ditiap pagi
di tiap bait mulai ku uraikan cerita
hingga di sudut-sudut ruang yang semakin hari semakin sempit
semakin waktu semakin gelap
ruang yang mati
dan dari waktu ke waktu aku semakin mematung
lalu, bongkahan dalam dada yang berat semakin membebani
semakin pahit
semakin pelik
kemudian mengemislah makhluk ini
mengharapkan keluasan
seluas luasnya
Pak, anakmu disini semakin cinta saja
hanya cinta saja
boleh kan rindu?
ini rindu sangat
lalu kapan aku bisa mendekapmu lagi?
boleh ku seka airmatamu di pipi yang kini keriput?
ketegaranmu yang selalu terbit di pagi hinggal malam hingga pagi lagi
tak lekang waktu
lalu
kapan kau akan mendekapku lagi?
siapalah yang lebih mencintaimu dibanding Zat yang paling kau cintai?
maka ku serahkan padaNya
yang ku katakan di tiap pertiga malam
ku telah meminta
agar menjaga ketegaranmu yang terbit di pagi hingga malam hingga pagi lagi
itu saja
dari waktu ke waktu aku semakin mematung
ReplyDeletekeren banget...
applause...
ReplyDeleteada perubahan warna disini..
semangat ya
assalammualaikum ukhti...makasih kunjungannya di blog saya ya.
ReplyDeleteJadi kangen bapak dan ibu..
ReplyDeleteehm...mba ad sesuatu yg mirip substansi tulisan mb...tp knpa ktka ash mencoba kayk gt...yg ada adalah ledakan jiwa bukan sentuhan lembut...pdhl yg ingin kukatakan sama denganmu...ahh
ReplyDelete