hands of attien...
sekilas tampak bayangan itu lagi. seperti alunan lagu yang membawaku untuk memasuki dimensi masa lalu. pertemuan pertama itu, seakan menjadi pengukuh bahwa seorang Bagus telah mampir dalam kehidupan ini.
adakah yang mengerti jika ini bagian dari hidayah untuk kita renungkan? aku semakin mencintai jalan yang telah ku tempuh ini. seperti semakin kokohnya kakiku untuk terus tegak. tidak akan menjadi orang yang tengah2, dan menjadi orang-orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri.
bahwa taujih dan do'a-do'a tiap forum kita akan selalu diamini malaikat.
sudah tiga mujahid yang syahid sudi mampir dalam kilas video yang bermain dimataku. Titis Nastiti, Abdul Azzam, Bagus Aji Pamungkas.
beberapa moment yang membuatku merinding. jika Alm. Titis bersama kami membuat pementasa drama berkenaan dengan Cinta Hakiki, tokoh utama ini telah menjemput janji pada tiap kalimat text drama.
"bahwa kematian adalah sebuah pembebasan"
syair yang belum berani ku tuntaskan
Azzam yang mengajarkan bahwa perih yang menyayat itu tidaklah lama. karena Rosululloh pun berkata, "Dunia bagiku seperti pohon rindang yang berada di padang pasir. Aku berteduh disana dan kemudian pergi melanjutkan perjalanan kembali."
semoga ini adalah hidayah bagi semua.
juga Bagus yang selalu siap sedia untuk selalu berada dalam barisan terdepan. dan bahwa Alloh jauh menyayanginya. dan pada hari itu, tuntas sudah semua tugas yang diamahkan padanya. Allohu akbar...
namun ia akan selalu hidup.
tulisan umi yuliatin yang paling kuat perasaan dan bahasanya (kurasa)
ReplyDeletesyair yang belum berani ku tuntaskan
ReplyDeleteAllahuakbar
ReplyDeletesemoga masing2 kita mendapatkan ibroh itu. yux, kita jawab panggilan Alloh....
ReplyDelete