Friday, January 23, 2009

BATU

batu mawar
batu langit
batu duka
batu rindu
batu jarum
batu bisu
kaukah itu
teka
teki
yang
tak menepati janji?

Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan
hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan seribu
beringin ingin tak teduh. Dengan siapa aku mengeluh?
Mengapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampai mengapa
gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk
diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai sedang
lambai tak sampai. Kau tahu?



batu risau
batu pukau
batu Kau-ku
batu sepi
batu ngilu
batu bisu
kaukah itu
teka
teki
yang
tak menepati
janji?

Sutardji Coulzum Bahri


keren ya syairnya. terang aku pengagum berat. klo beliau adalah seorang presiden penyair, klo aku apa ya...? hehe

yah.. hanya ingin menginspirasi banyak orang untuk menjadi lebih kuat, menjadi yang terbaik untuk dirinya sendiri. huff.. jadi ky trainer. aku jadi teringat dengan seorng penulis kenamaan zaman dulu ketika ia membandingkan anak muda zaman perang dengan anak muda zaman ini.

kalau umur 20an sekarang, dulu sudah mampu memimpin batalyon hari ini kita masih melihat diri kita sendiri duduk manis belajar di kelas. nggak nyambung si.. tapi setindaknya beda kan strongnya..

kalau yang SMA zaman ini dulu udah bisa menjadi guru SMA, sekrang yang tetep SMA.

ada satu titik terang yang dituliskan beliau, yaitu kalau anak muda zaman dulu bercirikan semangat dan pengorbanan, hari ini pemuda dengan intelektulitas yang sifatnya infirodhi. huuff...

hoh.. Coulzum bahri.. orang yang bisa membaca alam dengan cantik. Makannya sama2 nasi to. tapi aku sungguh pengagum beratnya. huff...

3 comments:

  1. baru tersadar dari kungkungan. bahwa ternyata guru-guru itu ada di antara kita. bahwa kita adalah guru-guru juga. dan bahwa guru diminta lebih baik dari muridnya. paling tidak satu hari sebelumnya. maka jiwa itupun hadir dalam semangat menegakkan kalimatuLLah.

    U.m.a.r.s.y.a.h.

    ReplyDelete
  2. gimana klo aku mengklaim sebagai... Perdana menteri sastra Indonesia...

    haha..

    guru guru berguru pada guru guruku
    guruku gurumu guru dia guru-guru mereka

    hhhofff... ngantuk!

    ReplyDelete
  3. perdana menteri juga dilahirkan pemikirannya oleh para guru... jadi aku memilih jadi guru sajah.... gurunya presiden, perdana menteri, kabinet, pengusaha, sampai penghuni kolong sastra....

    bangun-bangun... masih banyak tugas musti dilakukan....

    ReplyDelete