Monday, January 12, 2009

catatan terakhir. catatan jiwa


Terjagalah dari segala maksiat
Dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat
Disatukan dalam karunia yang suci
Bersama jiwa-jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri

Ini bukan cerita cinderela
Bukan juga patah arang cinta buta siti nurbaya
Tak dapat di ukur
Tapi bersama Alloh semua pasti akan teratur
Dinyatakan dalam ketulusan dari mutiara ketaqwaan yang sangat mendalam
Bersemi dari pupuk akhlak yang hebat
Berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat

Tidak, ini tak kan dimengerti oleh hati yang penuh dengan dusta
Yang buta oleh warna warni dunia yang fana
Ini hanya untuk mereka yang selalu ingin luruskan keteladanan bagi generasi berikutnya
Keteladanan abadi dalam harum kesturi dan buah ibadah
Dan menjadi manis seperti qurma di awal rembulan yang indah
Untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan harapan
Dan hanya mau atas dasar kemurnian kita berkata cinta
Karena bukan apa siapa dan bagaimana
Tapi luurskanlah dalam wangi surga
Karena apa sebenarnya kita berani berkata cinta

Inilah cinta sejati
Cinta yang tak perlu kau tunggu tapi dia tumbuh bersama doa malam yang teduh
Tak tersentuh oleh mata dunia yang palsu
Petunjuk yang selalu datang dari ruang para malaikat yang sanggup melihat tak kenal pekat
Tak lekang oleh zaman yang akan terus melaju
Tak kan habis oleh waktu
Karena kecantikannya tersimpan dihati dalam pesona yang selalu menjaga jiwa
Yang menjadikan dunia menjadi surga sebelum surga sebenarnya
Yang membuat hidup lebih hidup dari kehidupan sebenarnya

Seperti sungai yang mengalir
Bening airnyapun selalu artikan keseimbangan syair
Yang satukan dua perbendaan dalam satu ikatan
Untuk melihat kekurangan sebagai kesempatan
Dan kelebihan sebagai kekuatan

Lalu saling mengisi seperti matahari dan bulan
Dalam kesetiaan ruang kesolehan dan kasih sayang
Bagi sejarah penuntup halaman terakhir perjalanan para ksatria sastra jihad dan dakwah
Tercatat dalam untaian rahmat berakhir dalam catatan terakhir yang mulia
Digariskan hanya oleh ketetapan Alloh swt


Thufail Al Ghifari

1 comment:

  1. mendengar syairnya Thufail tidak menyempatkanku untuk sekedar mengedipkan mata. haha.. lebay. bukan itu maksudku. lagu-lagu yang bersumber dari catatan jiwa seorang thufail ini menggelanyutkan otakku melanglang buana ke seantero masa, cita-cita, impian. sangat inspiratif. dan boleh nggak percaya, membangunkanku dari mendiamkan diri.
    " Ayo ayo ... perbaiki semuanya" Begitu kurang lebih aku mengerti.

    " Jauh.. Jauh sekali dikau dari sebutan-sebutan cantik dalam syair-syair itu."

    tidak hanya dalam syair ini. tapi dalam lirik lagu yang lain pun begitu. banyak nada pedas hujatan-hujatan yang terlempar yang lebih layak seperti sumpah serapah. tapi kata Thufail, " Aku adalah aku.." Mereka tidak butuh kritik sepertinya. ah Thufail, lagu-lagu anda pun sepertinya butuh kritik seperti kau mengkritik.

    ReplyDelete