Wednesday, January 14, 2009

Serpihan2 mimpi. (the last short story in this window)

kawan, kau tahu lagu Peterpan berjudul "kota mati". aku sangat suka lagu itu. bukan, bukan karena siapa penyanyi atau keras musiknya. tapi aku pecinta lirik-lirik yang cantik untuk dimengerti.

tiap membuka jendela kompi, aku akan klik quick launch di pojok kiri bawah windows mp. klik now playing, and open. masuk ke folder my music, basing, peterpan, cropp all and ENTER. selanjutnya baru membuka ms word atau ke explore folder.

hwa... lagu satu ini membawaku ke sebuah kota yang remuk redam. membayangkan bahwa gedung-gedung di kota itu seperti gedung-gedung yang roboh di Gaza city yang serig ku lihat di TV One (Ups, merk).

da ketika bertemu dengan kalimat " ... masih bertahan sisa mimpi-mimpiku, di kota ini.... ".
hmmff... langsung aku mencoba menerbangkan diri ke mengitari kota dan melihat masih banyak harapan untuk terus dibangun. meski dengan diri yang ringkih.

keras lagu itu ku dengar di headsetku, mengajakku untuk melupakan dunia dan lemari2, rak buku, kasur dan juga dipan bertingkat yang siap merobohku. aku ikut mendendngkannya dan terhenyak dengan datangnya setrum kejutan yagn bersumber dari tepukan seorang Eca wati. haha...

" Sssstt... ini niy.." menempelkan jari telunjuknya ke bibir dan menunjuk ke handphone yang menempel di pipi kirinya.

" Hoh... ". Aku terbengong dan mengacugkan jempol. Ok Ok!

setelah itu aku terbang lagi ke kota mati itu. bahwa mimpi-mimpiku masih tersisa disana. kupungut satu persatu. meski seripihannya kadang membuat jariku berdarah tapi terus ku pungut. ah, g seganas DIME yang diledakkan di Gaza.

setelah kelelahan berhadapan dengan kompi aku rehat sejenak saat itu. dan Eca wati memanggilku..
" Ya" jawabku
" hihi.. tahu nggak siapa yang nelphone tadi? ". Ujarnya.
" Nggak.. " Jawabku enteng. emang nggak nguping kok.
" Haha.. katanya. 'heh! siapa itu yang nyanyi. jelek banget suaranya'."
Ups!!! hahaha.. aku pun tertawa.
dan aku pun hanya teringat dengan lirik yang lain.
' tak perlu dengar kata mereka, teruslah berjalan... '. That's me guys! kau tahu lagu itu???



ah, tak ada eloknya rubah ini berkhayal
membangun puri di awan-awan gelap
malu, malu pada mereka yang masa depannya coba dihancurka
tapi justru dengan itu
mereka memungut serpihan serpihan mimpi untuk dibangun kembali

dan rubah ini akan selalu menindak mereka yang tak punya mimpi
apa lagi mereka yang tak bisa bermimpi.
gamang katanya

maka berjayalah mereka yang berkaca mata kuda
hidup seanggun merak di kebun taman sari
atau berkibarlah bendera-bendera asing yang menghujat kedaulatan sepetak tanah subur
itu salah kita
yang tiada mengimani bahwa Al Qolam telah menuliskannya untuk kita
dan masih mampu mengubah ketentuan2 masa depan, kalau kita mau merubahnya.

dengan pena, dengan pedang, dengan do'a, dengan segenap ruh yang masih bersemayam di tubuh
di tubuh rubah ini.

usai itu tinggal mati
dan menjemput mimpi yang abadi

special for me, maybe as closing this blog or maybe to open the new changed theme blog. bye...

5 comments:

  1. maka berjayalah mereka yang berkaca mata kuda
    hidup seanggun merak di kebun taman sari

    kalo gak pake kacamata kuda, gak bisa berjaya dong? ha ha ha....

    lam kenal juga.

    ReplyDelete
  2. miu... kangen, cuma itu? rindu dengan semua yang telah dibangun disana... miu, masihkah berteman dengan jiwa- jiwa itu? bagaimana dengan ku?

    ah, tak mudah ternyata, sungguh!!
    miu, jika kota mati sedang kau dendangkan, maka semua tentang kita, sedang kudengarkan. miz u miu.

    ketika, ia kembali berdengung...

    ReplyDelete
  3. tertaruh diantara dua lantai kasar itu adalah tempat tidur seorang kakek berumur 90 tahun. ia menggelar paku, serpihan, dan ode masa lampaunya untuk didendangkan...

    "setiap nafas yang kuhembuskan
    memutus satu persatu umurku
    seperti daun kering berguguran
    dari batang yang rapuh
    tapi aku masih bersyukur
    karena dikala muda aku punya impian
    dan aku memperjuangkannya"

    sambil menatap layar kaca (Umarsyah)

    ReplyDelete