Thursday, March 5, 2009

nikmat-kebahagiaan

hans of attien...

kita telah sepakat bahawa kebahagiaan seseorang tidak dinilai dari materi yang ia miliki, kenyamana hidup yang dirasakan, kelezatan dari segala indera yang dianugerahkan padanya, tidak juga dari gelak tawanya. kita telah sepakat bahwa kebahagiaan hidup juga tidak sekedar dilingkupi oleh orang-orang yang hormat pada kita, tidak juga dari hadiah-hadiah yang dengan gratis kita dapatkan,

hari ini mungkin kita bisa kukuh untuk menyatakan demikian, secara hidup kita yang masih ditanggung orang tua memberikan lisensi bahwa ada yang harus kita cari lagi. apa itu? apa-apa yang sedang kita kerjakan hari ini. apakah hidup ini hanya untuk bahagia? dan jawabannya adalah lalu apakah kita berharap bertemu dengan kedukaan??

dan kebahagiaan itu sesungguhnya ada di dalam hati.

bagaimana?

bahwa dalam hidup ini masing2 kita telah diberi nikmat dalah tiga hal, yaitu jasad, akal, dan ruh. yang setiap harinya kewajiban kita untuk selalu menjaga ketiganya dalam keadaan sehat. jasad kita butuh makanan yang halal dan toyyib, otak kita butuh ilmu, dan ruh kita butuh kekuatan.

masing2 memiliki porsinya sendiri, bertahap dan tidak sekaligus dalam menjaganya. dan ketiganya memiliki hubungan yang sangat erat.

bahwa jasad ini telah di hak-kan oleh Alloh untuk diri kita masing2 untuk kita syukuri. menjaga kebugaran dan kesehatan, juga kebersihan dan penampilan menjadi haknya yang mustinya tiap waktunya kita tunaikan. ia akan membantu kita pada tiap rukuk dan sujud, membaca alqur'an, dan ibadah ibadah lainnya. secara sunnatulloh bahwa kita hanya diciptakan hanya untuk beribadah kepada Alloh. kemudian jasad ini yang mengaktualisasikan diri kita untuk mempu berinteraksi dengan orang lain, menikmatai hidup sosial, mendapatkan bi'ah yang baik, juga menjadi haknya.

soal makanan si jasad, bahwa Alloh telah menjamin semuanya di dunia ini. dalam surat An-nazi'at Alloh menjelaskan, kurma, kebun2 yang lebat, semuanya diciptakan untuk kita. dan terakhir Alloh menutup surat itu dengan " Maka bertasbihlah.... ". yah... kita diminta untuk bertasbih dan terus memujiNya. padahal tiada berkurang kemuliaan Alloh dengan membangkangnya seluruh makhluk dibumi, dan tidak bertambah pula dengan memujiNya seluruh makhluk di bumi. inilah kawan kebahagiaan itu bagi kita, bagi kita seorang muslim. seorang yang telah menyerahkan hidup kita kepada Alloh semata. dan kebahagiaan ini berada dalam hati-hati ini kita. yang turut dirasakan oleh ruh dan akal. bahwa mereka berdua pun mengakui keilmiahan kalam teringgi-Alqur'an, dan bahwa ruh kita begitu mengagumi bersama dengan alam. Allohuakbar...

oleh karena itu, mari kita jaga jasad ini dengan baik. menjadi haknya untuk selalu tampil menyengankan orang, mata ini, senyum ini, tangan ini, dan semuanya, ada hak dan kewajiban untuk mereka tunaikan. menjaga mereka untuk tetap bugar dan sehat adalah kewajiban kita, dan hak-nya. ia akan terus membantu kita dalam rukuk dan sujud, dalam ibadah2 kita. dan mendukung akan dan ruh untuk terus merasakan lezatnya hidup dalam keimanan. dan bahwa Alloh mencintai muslim yang kuat.

btw, mari kita tunaikan haknya, dan tunaikan pula kewajiban darinya. amanah untuk menjaga mereka dari kemaksiatan, hal yang sia-sia, dan kemalasan.

dan sedikit resep, Anis Matta pernah menjelaskan dengan olah raga maka kita akan mendapati raga yang sehat, dan jiwa yang sehat pula. wallohu'alam...

next: akal dan ruh

1 comment:

  1. keikhlasan dalam memberi maupun menerima meskipun berat namun membuat ringan semua beban di hati dan pikiran...

    ReplyDelete