kawan, terbitkan mataharimu sendiri
pada cermin-cermin yang hampir pecah milikmu
galau mu, galau ku, semua punya
kawan, terangkan purnamamu tiap malamnya
senandungkan syair-syairmu
gantungkan pada bintang gemintang yang jeli itu
kawan, jika kau mengatakan semakin hitam wajah dan jiwamu
tak usahlah risau, karena aku pun begitu
mencari air dari segala sumber
langit, tanah, laut, merenggut suci dari secercah bening
milikmu
marahlah sejadi-jadimu
jika memang itu maumu
hina dina yang kau bilang sedang kau sandang
membuncahkan jiwa manusia yang lain juga untuk menjadi hina
menangislah sejadi-jadimu
jika memang itu yang akan menyembuhkanmu
sampai kering matamu
sampai bersih keningmu
diatas sajadah panjangmu
mari kita bangun istana pasir di pantai yang masih basah
meski nanti akan tergerus ombak yang menepi
tertawalah
karena usai itu kita akan membangunnya lagi
untuk kawan baru disana
Terkadang menangis pun sangat melegakan jiwa. Walau kata orang, tidak akan menyelesaikan masalah. Tapi, siapa paduli., ^ ^
ReplyDeleteHands of Attien -inspiratif-
Dalem banget...
ReplyDelete" Buat Kawanku"
Kawanku...
Ku rasakan beban di pundakmu...
Ku rasakan renyuh di hatimu...
Ku rasakan remuk di tubuhmu...
Bangun lah...
Hidupkan malam dengan pelitamu...
Getarkan malam dengan dzikirmu...
Biarkan airmata iringi sujudmu..
M. Tyo fahri A
balasan puisi kawan: he he..
ReplyDeleteApa aku?
yang tertanam, tertumbuhkan, terawat, lalu terlindungi dari tanahku menjelma jadi pohon besar yang menyerap pasir kering itu jadi buah ranum menggelantung wangi. mengapa pula dijadikan istana pasir kalau dahannya bisa menjulang tinggi? Ah, aku tidak memiliki sedikitpun ukiran untuk bintang cuma engkau adalah bintangku. maka biarlah dia tetap mengangkasa dan aku memandang dikaki bukit sambil memeluk bumi.
umar Heru
Hm...
ReplyDelete