Sunday, January 11, 2009

Lai Kun

si peniup shiau ling yang hari ini menjadi kadipaten semarang itu akhirnya bersama Lai Kun menemui sebuah sungai yang begitu terjal dan deras. hanya ada sebuah sampan rapuh.

Lai Kun pun bingung. dia hanya menatap kosong wajah peniup shiau ling itu yang tampak cengengesan.
" Hah. apakah kau takut Lai Kun?". Pancaran matanya menandakan tantangan

" Oh. tidak. hanya saja... "
" Hanya saja kau tidak siap!". Tegas Sammi

" Sam. apakah ini sungguhan?" Tanya gadis cina itu nanar.
" Seperti apa yang telah ku katakan. kita akan segera ke pulau seberang. lewat sungai ini kita akan lebih cepat ke muara selatan." Terang Sammi.

Lai Kun pun memaku. Tak dikiranya benarlah apa yang diungkap Daeng Sudiro, bahwa pangeran kadipaten yang telah rela meruntuhkan kadipaten pimpinan ayahnya itu demi Lai Kun, tidak akan sekedar mengendapkannya dalam tirai tirai kemewahan. tetapi akan mengajaknya terbang seperti rajawali ke penjuru nusantara.

tapi apakah hanya dengan sampan ini? lantas sampailah ke pulau tujuan. pulau yang juga masih antah berantah tak tahu pulau itu sebenarnya. tanpa pengawalan prajurit. hanya bekal beberapa hari,dan juga beberapa helai pakaian.

Lai Kun masih memaku.
" Lai Kun. inilah kehidupanku. aku tepati janjiku. aku masih rajawali seperti pertama datang menjumpaimu."

waktu semakin mematung.
" Sam, katakan padaku. aku tidak tahu. apakah ini yang pertama dan terakhir?". tanyanya ragu
" Oh. justru ini yang pertama. kau faham kan, bahwa kita akan menjumpai gelombang dan mungkin juga badai?". Tantang Sammi.

" Baiklah. tapi, bolehkah aku meminta satu permintaan? ". Lai Kun memelas, memohon.

Sammi tidak mengerti apa yang berada di benak cintanya itu.
" Mm... baiklah. asal itu tidak menyulitkan ku lagi. cukup aku menghadapi ayahmu dengan berdarah-darah untuk mendapatkanmu. dan tidak ada darah lagi Lai Kun". Jawab Sammi dengan mengingatkan bahwa ia telah bersudah payah untuk mendapatkan gadis yang sempat menjadi rebutan antara dia dan juga pemuda kaya pilihannya.

" Akan ku ingat itu Sam. Shiau Ling mu itu pun kini aku akan ikut menjaganya. karena kau dan dialah yang menyelamatkanku". Jawab Lai Kun menenangkan.

" Katakan permohonanmu". Tanya Sammi.
" Semalam saja kita bermalam disini. aku ingin mengumpulkan keberanian. hanya itu. " Lai Kun tidak yakin permohonannya dikabulkan.

" Huff.... ". Sammi mendesis panjang.
" Lai Kun, kau tahu apa yang kupikirkan. ku pikir kau mau aku mengalahkan seekor serigala di hutan belantara ini. hahaha... ". Tertawa Sammi begitu lepas.

Lai Kun lega. permmintaannya dikabulkan dengan cuma-cuma.
" Terima kasih." kata Lai Kun.

malam pun akhirnya menghampiri mereka. menyelubungi kengerian belantara di antara delik burung-burung hantu dan juga camang yang bersembunyi. namun Lai Kun tidak merasa takut. ada Sammi di sisinya. dan malam itu, Lai Kun tidak dapat memejamkan matanya. tidak seperti Sammi suami yang baru dinikahinya itu yang tampak kelelahan telah berlayar ke alam mimpi, dimensi hitam putih.

akhirnya ia memutuskan untuk tidak sekedar berdiam diri. tidak bisa terus menikmati kengerian yang akan terjadi esok hari dengan sampan yang tampak terang di bawah sinar rembulan itu. diambilnya bilah pisau yang meramping di pinggang Sammi.

" Aku tahu harus melakukan apa". Yakin Lai Kun.

***

keesokan paginya...

" Lai Kun!! kau dimana? jangan main-main dengan badikku!! kau tahu bahwa jika ia keluar dari sarangnya ia tidak akan masuk lagi tanpa menebas satu nyawa. Lai Kun!!! "

Sammi kebingunagna mencari cintanya itu. di tengah hutan belantara yang kejam dan buas ini, dan ia sendiri telah lengah menjaga Lai Kun.

" Lai Kun!!!". Teriaknya lagi. dan terus berteriak. sambil mengikuti jejak sepatu milik gadisnya ia menyusuri hutan belantara itu lebih dalam.

" Lai Kun!! kau dengar aku!!!"

" Sammi!!!! aku disini!!! "

Sammi pun menoleh ke arah sumber suara. Sedikit lega mendengar suara cintanya. dan...
Sammi pun hanya terbengong dengan menatap apa yang telah dilakukan Lai Kun.

" Sam. pasti kau tidak percaya ini khan?. Teriak gadis itu lagi penuh tantangan balik. " Hahaha... "

Lai Kun berdiri tegak di atas sebuah perahu dengan ukuran yang besar dan juga dengan kayu yang kokoh dari arah hilir sungai. kayunya nampak baru terlihat dari warna dan juga baunya yang sedikit menyengat. perahu itu terbagi dalam beberapa sekat sesuai dengan keperluan. semuanya lengkap. sungguh cerdas!

Lai Kun melambaikan tangannya. dan tidak sampai disitu. ia menjijing tanduk seekor rusa yang cantik.

Sammi hanya terbengong. tidak percaya apa yang telah dilakukan Istrinya itu
" Tenang Sam. Aku hanya ingin perjalanan kita aman. tidak dengan sampan yang seadanya. sekarang kau tahu bahwa aku tidak main-main. yang seperti ini pun aku bisa". Jelas Lai Kun tenang sambil merapatkan perahu cantik itu. dan setelah itu tersenyum menang.

" Oh... ". Sammi tidak mampu berkata-kata.

" Sudahlah. kau yang mendayung. aku ngantuk. semalam aku tidak tidur. tapi sebelum itu, kau bakar dulu daging rusa itu untukkku. aku lapar sekali...". Bendera kemenangan Lai Kun semakin berkibar.

" Baiklah tuan putri... ". Akhirnya Sammi mengakui kehebatan gadisnya itu dengan merunduk seperti parjurit.

" Akan hamba hidangkan daging rusa ini dengan olahan yang tidak ada kalahnya. tapi sebelum itu, kembalikan badik hamba..". Lanjut Sammi

" Oh. Maafkan... lain waktu aku akan memintanya lebih dulu. dan satu lagi. setelah kita makan, kau harus menyendandungkan dulu Shiau Lin mu itu untukku sebelum kita berangkat". Jelas Shiau Lin.

Sammi pun hanya mengerenyitkan dahi. " Baiklah tuan putri... "
Sammi kini yakin, bahwa mereka akan mampu mencapai pulau itu. pulau cantik diseberang selatan pulau Jawa. Pulau antah berantah yang katanya tak berpenghuni. sebagai bentuk ekspansi kadipaten yang dipimpinnya.

3 comments:

  1. ide gila dari mana pula ini, bakat luar biasa yang hanya bisa dimusnahkan dengan melupakan menulis. seorang sahabat mengatakan
    "kalau engkau tidak menerbitkan sebuah buku, aku tidak bisa menolongmu ketika engkau ditanya ALlah : dikemanakan bakat yang telah diberikan kepadamu? di padang mahsyar pula"

    so, Attien, nama yang kutunggu menghias salah satu etalase tokobukuku.

    salam kenal. Abdul Ghafur

    ReplyDelete
  2. ho. ya kah? do'akan. salam kenal juga ya. alhamdulillah. bebrapa cerpen telah ku selesaikan. mudah2an bisa menyusul novel. g begitu PD. subhanalloh. beberapa bulan ini saya punya kekuaatan yang entah dari mana, yang selalu menginginkan jari-jariku menuliskan sesuatu. karena pengetahuan yang terbatas, maka hanya mampu menuliskan apa yang sudah saya posting disini.

    makasih supprotnya. boleh minta alamat blognya. Abdul ghofur?

    ReplyDelete
  3. Lai Kun memang ku tulis langsung tanpa main edit. jadi ini banyak yang salah. aku sendiri heran, dalam waktu 51 menit jadilah cerita ini. lumayan kan klo musti nongkrong di warnet berlama2 hanya untuk nulis cerita. mendingan di kompi.

    Inspired by UNY theater. melanjutkan cerita legenda Shiau Ling. ku bilang, Hebat!!! 10x. sangat hebat theater itu. hehe...

    ReplyDelete