mark. good supporter. let see what happened in my future. could i do what u do today. trip around the world. i never forget with u in that moment. New Zaeland. u said that. with snow and milk, no rice.
mimpiku berkibar-kibar. berkibar tinggi, tinggi sekali...
bintang gemintang, ah... mempesona sekali
izinkan aku...
Tuk larutkan nyanyian malamku
berlari dan berlari di penghujung titik mayapada
cantik. cantik sekali...
mempesona.
yang membuatku untuk terus hidup
melihat warna di pucuk-pucuk mimpi
tertawa, berlari, berputar dan menari
di penghujung titik maya pada
mempesona
indah, seindah-indahnya.
ketakutan mendekap mulutku hingga tak mampu berucap apapun, seolah dunia telah menjadi sekeping serpihan kaca yang menancap di kaki. mereka menjejalkan kedalam kepalaku mengenai kesederhanaan ala mereka. dan engkau menjejalkan kesederhanaan menurutmu. maka bagaimana semua itu berkelahi akan menjelaskan mengapa semuanya tetap berubah cepat. sangat cepat. maka aku menimbang tentang impian dan menyatakan tentang adanya perbedaan perubahan itu sendiri. akhirnya kuputuskan.... bukan sekeping belahan kutelusuri. kutelusuri seluruh benua.... dengan impianku.... dengan sepi yang panjang... dengan sunyi yang merdu...
ReplyDeleteumarsyah
di podium-podium dunia kita bisa berbicara semau kita. acuh tak acuh dan merdeka. yang menjadi penonton adalah orang-orang gila, jurinya mereka yang cerdas. katanya sih begitu.
ReplyDeleteso, apa yang salah? asal kita bisa tanggung jawab.
mimpilah. mimpilah semaumu. sebelum bermimpi itu dilarang. dan sebelum kita kehabisan mimpi.
mimpilah sebanyak-banyaknya. toh hanya mimpi. esok bagaimana, ya baiknya nanti aja. mimpi aja dulu. mimpi setinggi tingginya...
(Afwan... cuma bisa bermimpi)